Ledakan di Biak Numfor Tewaskan 5 Orang, Polda Papua Fokus Cari Korban Hilang
BIAK, iNewssorongraya.id – Ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa peninggalan Perang Dunia II menewaskan lima warga di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Polda Papua melalui Polres Biak Numfor langsung memperkuat penanganan darurat bersama TNI, Basarnas, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, tenaga kesehatan, serta instansi terkait. Tim gabungan bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan area, dan menyelidiki penyebab pasti ledakan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, prioritas aparat saat ini adalah penyelamatan warga, pencarian korban hilang, penanganan korban luka, dan pengamanan lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman. Seluruh personel di lapangan bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kejadian ini,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito di Jayapura, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan data hingga Senin (1/6/2026), lima korban meninggal dunia masing-masing bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi dan penanganan lanjutan. Berdasarkan koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, seluruh korban meninggal dunia direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Surido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.
Sementara itu, tiga warga masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Mereka adalah Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27). Selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis.
Ledakan juga merusak sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Pendataan sementara mencatat 12 bangunan terdampak. Tiga bangunan mengalami rusak ringan, terdiri dari dua rumah dan satu gereja. Sementara sembilan bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk empat rumah yang hancur total di sekitar titik sumber ledakan dan lima bangunan lain yang rusak berat.
Dampak ledakan juga memaksa 55 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa.
Sejumlah saksi menyebut ledakan terjadi secara tiba-tiba dan mengeluarkan suara sangat keras. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan awal sebelum aparat dan tim gabungan tiba di tempat kejadian.
Kombes Cahyo menjelaskan, Polda Papua melalui Polres Biak Numfor masih memusatkan penanganan pada tiga hal utama, yakni pengamanan lokasi, bantuan terhadap korban, dan pencarian warga yang belum ditemukan. Seluruh proses itu dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.
Hingga kini, tim gabungan masih menyisir area terdampak untuk mencari korban yang belum ditemukan. Aparat kepolisian juga tetap mengamankan lokasi kejadian untuk mendukung evakuasi, sterilisasi, dan penyelidikan lebih lanjut.
Editor : Hanny Wijaya