Sterilisasi Lokasi Ledakan Biak Diperketat, Tiga Korban Masih Dicari
BIAK, iNewssorongraya.id — Polda Papua memperketat sterilisasi lokasi ledakan di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, setelah Tim Jibom Gegana menemukan granat nanas modifikasi dan dua proyektil di area kejadian, Senin (1/6/2026).
Sterilisasi menjadi langkah penting karena tiga korban dilaporkan masih belum ditemukan. Polisi menilai pencarian tidak bisa dilakukan secara serampangan karena lokasi ledakan diduga masih menyimpan material peledak peninggalan Perang Dunia II.
Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi saat melakukan penyisiran awal. Petugas juga menemukan dua proyektil yang diketahui telah diambil amunisinya dengan cara digerinda.
Seluruh temuan langsung diamankan untuk mencegah ledakan susulan atau ancaman lain terhadap personel gabungan. Tim gabungan terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan Pemerintah Daerah.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan sterilisasi harus mendukung proses pencarian korban secara aman. Ia meminta setiap benda mencurigakan diberi penanda agar memudahkan evakuasi dan pemeriksaan lanjutan.
"Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian," ujar Kapolres.
Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Biak Numfor pada Senin sore. Tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua AKP Sem Hanasbey terlebih dahulu menerima paparan dari Kapolres Biak Numfor di Mapolres Biak Numfor sebelum turun ke lokasi.
Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A IPTU Hidayatullah Bauw menegaskan bahwa warga dilarang memasuki area yang sudah dipasangi garis polisi. Ia menyebut lokasi tersebut belum sepenuhnya aman.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh," katanya.
Informasi awal di lapangan menunjukkan kawasan sekitar lokasi ledakan memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang. Dugaan keberadaan material berbahaya di dalam kawasan itu membuat penyisiran harus dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar penanganan bahan peledak.
Polda Papua meminta masyarakat tidak menyentuh atau memindahkan benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Setiap temuan harus segera dilaporkan kepada kepolisian agar ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.
Proses sterilisasi akan berlanjut hingga seluruh area dinyatakan aman. Setelah itu, tim gabungan dapat mengoptimalkan pencarian korban dan penanganan pascaledakan di lokasi kejadian.
Editor : Hanny Wijaya