get app
inews
Aa Text
Read Next : Lomba Menembak di Kilang Kasim: Sinergi Keselamatan dan Profesionalisme di Bulan K3

Kejurda Menembak Papua Barat Daya 2026 Jadi Gerbang Regenerasi Atlet Menuju PON 2028 

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB
header img
Ketua Panitia Kejurda Menembak Perbakin Pengprov Papua Barat Daya 2026, Harlan (Kanan) didampingi Ketua Bidang Lomba, Muhammad Reza saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

SORONG, iNewsSorongRaya.id – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Menembak Perbakin Pengprov Papua Barat Daya 2026 mulai diarahkan sebagai mesin regenerasi atlet sekaligus panggung pengukuran prestasi menuju PON 2028. Fokus kompetisi tidak hanya mengejar juara, tetapi memastikan pembinaan atlet pelajar berjalan beriringan dengan pematangan atlet profesional.

Arah tersebut menjadi salah satu hasil rapat perdana panitia pelaksanaan Kejurda Menembak Perbakin Pengprov Papua Barat Daya yang digelar di Kota Sorong, Senin (31/8/2026). Rapat dihadiri Sekretaris Umum Perbakin Pengprov Papua Barat Daya, Ketua Harian Perbakin Pengkot Sorong, Wakil Ketua Panitia serta para ketua bidang panitia.


Suasana rapat perdana Panitia Kejurda Menembak Perbakin PengProv Papua Barat Daya.

 

Ketua Panitia Kejurda Menembak Perbakin Pengprov Papua Barat Daya 2026, Harlan, mengatakan rapat perdana menjadi tahapan awal untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dipersiapkan secara matang.
“Rapat perdana ini sebagai persiapan awal jelang pelaksanaan kejurda,” ujar Harlan.

Kejurda yang direncanakan berlangsung pada bulan Oktober 2026 di Kota Sorong tersebut memiliki dua sasaran utama. Pertama, menjaring sekaligus membina atlet pemula, terutama dari kalangan pelajar, sebagai fondasi regenerasi atlet menembak Papua Barat Daya.

Kedua, kompetisi dimanfaatkan untuk menguji kemampuan atlet profesional melalui pertandingan yang terukur. Skema tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka menengah menghadapi PON 2028.


Suasana rapat perdana Panitia Kejurda Menembak Perbakin PengProv Papua Barat Daya.

 

Dengan konsep itu, Kejurda tidak ditempatkan semata-mata sebagai agenda kompetisi daerah. Hasil pertandingan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi atlet muda, perkembangan kemampuan atlet profesional, serta kebutuhan pembinaan yang harus diperkuat menuju ajang olahraga nasional.

Peserta kategori pelajar akan berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Papua Barat Daya. Sementara itu, kategori umum dibuka bagi peserta profesional sehingga terjadi ruang kompetisi yang lebih luas dalam ekosistem olahraga menembak daerah.

Sementara itu, Ketua Bidang Lomba, Muhammad Reza, menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dan peserta umum menjadi bagian dari agenda pembinaan Perbakin Pengprov Papua Barat Daya.
“Fokus peserta lomba difokuskan kepada pelajar dan peserta umum. Dimana hal ini merupakan agenda Perbakin Pengprov Papua Barat Daya,” ungkap Reza.


Suasana rapat perdana Panitia Kejurda Menembak Perbakin PengProv Papua Barat Daya.

 

Dalam pelaksanaan Kejurda 2026, panitia menyiapkan dua kategori lomba. Setiap Pengkab/Pengkot Perbakin juga didorong, bahkan diwajibkan, mengikutsertakan peserta pelajar dari sekolah-sekolah di wilayah masing-masing.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh prestasi atlet yang sudah matang. Regenerasi harus dimulai dari bawah dengan memperluas akses kompetisi bagi pelajar dan menemukan bibit potensial sejak dini.


Suasana rapat perdana Panitia Kejurda Menembak Perbakin PengProv Papua Barat Daya.

 

Di sisi lain, atlet profesional membutuhkan kompetisi yang konsisten untuk mengukur kemampuan dan mengevaluasi hasil latihan. Karena itu, Kejurda 2026 diharapkan mampu menghasilkan dua keluaran sekaligus: basis atlet muda yang lebih luas dan peta kekuatan atlet profesional yang lebih terukur.

Panitia memastikan seluruh unsur pelaksana menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Rapat lanjutan dijadwalkan satu minggu setelah rapat perdana dengan agenda pembahasan teknis pertandingan serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

Jika konsisten dijalankan, Kejurda Menembak Papua Barat Daya 2026 dapat menjadi lebih dari sekadar kalender pertandingan. Kompetisi ini menjadi titik awal untuk menguji seberapa serius Papua Barat Daya membangun regenerasi dan menyiapkan kekuatan atlet menembak menuju PON 2028.
 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut