Ledakan Diduga Bom PD II Rusak 10 Rumah di Biak, 5 Tewas dan 3 Orang Masih Dicari
Daniel menjelaskan, identitas korban ledakan yang dilaporkan meninggal dunia antara lain berinisial MR, DR, MA, IR, YR, dan AM. Namun, data korban masih terus diverifikasi karena proses pencarian dan identifikasi masih berlangsung di lapangan.
"Rumah warga yang rusak diantaranya berinisial JR, AR, RR, PR, YR, GK, MK, DR dan GY. Korban 8 orang 5 meninggal 3 Indikasi hancur karena mereka yang buka bom tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, membenarkan ledakan tersebut menewaskan lima orang. Ia mengatakan tiga korban lain masih dicari karena belum ditemukan setelah ledakan terjadi.
"Saya baru rilis sementara ledakan bom perang dunia ke II menyebabkan lima orang meninggal. Tiga orang masih dilakukan pencarian," kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, kepada iNewssorongraya.id, Minggu (31/5/2026).

Ari menegaskan polisi masih menelusuri kondisi jenazah korban dan memastikan area kejadian. Menurut dia, tempat kejadian perkara belum dapat diakses bebas karena belum dinyatakan steril oleh tim di lapangan.
"Masih kita telusuri untuk jenazah korban ini yang baru ditemukan ini ada 5 jenazah meninggal dunia, yang 3 masih dalam pencarian. Lokasi kejadian masih belum steril," katanya.
Ia meminta warga tidak mendekati lokasi ledakan hingga proses sterilisasi selesai. Imbauan itu dikeluarkan untuk menghindari risiko ledakan susulan atau gangguan terhadap proses olah tempat kejadian perkara.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati tempat kejadian perkara (TKP) untuk sementara, karena kondisi masih belum aman. Selain itu untuk menjaga terjadi ledakan susulan," bebernya.

Berdasarkan data awal kepolisian, sedikitnya empat rumah sempat terdata mengalami kerusakan. Namun, perkembangan terbaru dari penyelidikan sementara menunjukkan jumlah rumah terdampak bertambah menjadi 10 unit.
Informasi yang beredar di sekitar lokasi menyebut ledakan diduga terjadi saat sejumlah warga mencoba membuka atau menggergaji benda yang diduga bom untuk dijadikan bahan bom ikan. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi kepolisian. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi, dan menunggu hasil penanganan tim teknis untuk memastikan kronologi ledakan.
Editor : Hanny Wijaya