Ledakan Maut di Biak Sisakan Trauma, Polwan Dampingi Anak-anak di Pengungsian
BIAK, iNewsSorongraya.id — Ledakan yang menewaskan enam warga di Kabupaten Biak Numfor tidak hanya menyisakan proses penyelidikan panjang, tetapi juga trauma bagi masyarakat terdampak, terutama anak-anak yang kini berada di lokasi pengungsian.
Polda Papua melalui Polres Biak Numfor mulai melakukan trauma healing bagi warga yang terdampak langsung akibat ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa Perang Dunia II pada 31 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Polwan Polres Biak Numfor di lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan pendampingan psikologis menjadi bagian penting dari penanganan pascaledakan. Polisi, kata dia, tidak hanya fokus pada penyelidikan dan pencarian korban, tetapi juga memastikan kondisi warga terdampak perlahan pulih.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan aspek keamanan dan penyelidikan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis masyarakat dapat pulih, terutama anak-anak agar kembali ceria dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal,” ungkap Kombes Cahyo.
Kegiatan trauma healing tersebut dipimpin Wakapolres Biak Numfor. Dalam pelaksanaannya, Polres Biak Numfor melibatkan Bhayangkari, tenaga kesehatan, dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, serta bantuan sosial kepada pengungsi.
Upaya pemulihan warga berjalan bersamaan dengan proses pencarian korban yang belum ditemukan. Hingga Kamis, 4 Juni 2026, tiga warga masih dinyatakan hilang, sementara enam orang telah dipastikan meninggal dunia akibat ledakan tersebut.
Tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban di sekitar lokasi kejadian. Untuk memastikan identitas korban secara ilmiah, Polda Papua memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification atau DVI dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan ke Biak Numfor.
“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah,” jelas Kabid Humas.
Di sisi lain, penyelidikan penyebab ledakan masih terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari Gegana Brimob Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidang Laboratorium Forensik, TNI, Basarnas, dan instansi terkait telah menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan ledakan.
“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.
Radius pencarian korban kini diperluas hingga tiga kilometer dari titik pusat ledakan. Penyisiran melibatkan TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan relawan setempat.
Polda Papua berharap pencarian korban, pemeriksaan laboratorium, dan identifikasi forensik dapat segera memberi kepastian kepada keluarga korban. Di saat yang sama, pendampingan terhadap warga terdampak tetap dilakukan agar pemulihan sosial di Biak Numfor tidak terabaikan.
Hingga saat ini, situasi keamanan di Kabupaten Biak Numfor dilaporkan aman dan kondusif. Namun, proses pencarian, penyelidikan, dan pemulihan warga masih terus berlanjut.
Editor : Hanny Wijaya