Evakuasi Jenazah di Muara Waipun Raja Ampat, Tim SAR Tempuh Perjalanan 20 Mil Lewat Laut
RAJA AMPAT, iNewssorongraya.id — Tim gabungan Polres Raja Ampat, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jenazah laki-laki yang ditemukan di muara Kampung Persiapan Waipun, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026).
Evakuasi berlangsung tidak mudah karena lokasi penemuan berada sekitar 20 mil dari Waisai dan akses komunikasi di kampung tersebut terbatas. Tim harus bergerak menggunakan speedboat di tengah kondisi laut yang berombak.

Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai mengatakan, polisi menerima laporan penemuan jenazah dari masyarakat pada pagi hari. Setelah itu, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi.
“Setelah mendapatkan laporan, kami bersama tim gabungan dari Kepolisian, rekan-rekan basarnas, dan TNI AL langsung ke Lokasi unntuk proses evakuasi jenazah, setelah sebelumnya dilakukan olah tkp oleh pihak Reskrim,” ujar Jems.

Sebelum evakuasi dilakukan, Satuan Reserse Kriminal Polres Raja Ampat melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi memeriksa kondisi jenazah, lokasi penemuan, dan sejumlah petunjuk awal di sekitar muara.
“Tadi anggota kami, dipimpin Kasat Reskrim sudah melakukan olah TKP di Lokasi (ditemukannya jenazah). Selanjutnya jenazah tersebut kami lakukan evakuasi ke RSUD Waisai, Raja Ampat untuk dilakukan proses otopsi,” ungkap Jems.

Jems menjelaskan, keterbatasan jaringan komunikasi membuat proses koordinasi awal tidak berjalan mudah. Namun, setelah informasi diterima, tim gabungan langsung berangkat ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIT.
“Jadi proses evakuasi yang kami lakukan, setelah pagi jam 9 kita dengar informasi, kita dari kampung itu kita kan komunikasi tidak ada jaringan. Setelah mendapat informasi dari Masyarakat, lalu sekitar jam 10 langsung kami bergerak bersama teman-teman dari SAR, Basarnas dan dan teman-teman dari TNI AL,” katanya.

Menurut Jems, jenazah kemudian dibawa kembali ke Waisai setelah berhasil dievakuasi dari lokasi. Setibanya di Pelabuhan Falaya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Raja Ampat.
“Kita sampai ke kampung itu kurang lebih 20 mil perjalanan pakai speed. Karena cuaca juga pas lagi ada ombak, kita berupaya untuk evakuasi dan juga Puji Tuhan jenazah bisa di-evakuasi. Dan kita bawa jenazahnya kembali ke Waisai, setibanya di Pelabuhan Falaya, selanjutnya jenazah dibawa dengan menggunakan ambulance ke RSUD Raja Ampat,” lanjutnya.

Polisi belum memastikan penyebab kematian korban. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman lanjutan terhadap petunjuk yang ditemukan di lokasi.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena jenazah ditemukan mengenakan life jacket, sementara satu unit sekoci juga ditemukan tidak jauh dari lokasi. Polisi masih menelusuri apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan korban.
Editor : Hanny Wijaya