get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Tangkap Pencuri 43 Ponsel di Raja Ampat, Kerugian Tembus Rp118 Juta

Warga Ikat Jenazah di Muara Waipun, Kapolres Raja Ampat: Agar Tidak Hanyut dan Terancam Buaya

Rabu, 27 Mei 2026 | 04:02 WIB
header img
Jenazah pria tanpa identitas ditemukan warga di perairan Raja Ampat dalam posisi terapung (FOTO : iNewssorongraya.id - HO : Sie Humas Polres Raja Ampat)

 

 

RAJA AMPAT, iNewssorongraya.idPolres Raja Ampat meluruskan informasi terkait video jenazah laki-laki yang ditemukan di muara Kampung Persiapan Waipun, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026), dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai mengatakan, ikatan pada jenazah bukan kesimpulan awal adanya kekerasan terhadap korban. Menurut dia, warga mengikat jenazah setelah jasad ditemukan agar tidak hanyut kembali ke laut saat menunggu tim evakuasi.

“Jadi yang terikat itu (kaki dan tangan) diikat oleh warga, karena saat ditemukan itu, posisi jenazah agak ke laut. Terus dibawa oleh warga, ditarik karena memang itu muara, persis muara. Tapi memang kita masih melakukan penyelidikan untuk hal itu, karena masih banyak sekali informasi yang harus kita gali dari temuan jenazah ini,” kata Jems.

Jems menjelaskan, lokasi penemuan merupakan kawasan muara yang dikenal banyak terdapat buaya. Karena kondisi itu, warga berupaya mengamankan jenazah ke arah dekat pantai sebelum tim gabungan tiba di lokasi.

“Jadi memang itu tempat buaya muara banyak di sana. Mereka mengamankan jenazah itu ke arah dekat pantai supaya tidak hanyut. Terpaksa warga mengikat jenazah di kayu dekat pantai sambil menunggu tim evakuasi datang,” ujarnya.

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi oleh tim gabungan Polres Raja Ampat, Basarnas, dan TNI AL setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Sebelum dibawa ke RSUD Raja Ampat, Satuan Reserse Kriminal Polres Raja Ampat lebih dulu melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Tadi anggota kami, dipimpin Kasat Reskrim sudah melakukan olah TKP di Lokasi (ditemukannya jenazah). Selanjutnya jenazah tersebut kami lakukan evakuasi ke RSUD Waisai, Raja Ampat untuk dilakukan proses otopsi,” ungkap Jems.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Sosial mengambil alih penanganan jenazah setelah proses pemeriksaan di RSUD Raja Ampat. Jenazah direncanakan dimakamkan di Kota Waisai karena kondisi tubuh sudah memburuk.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat, Yamin Marajabesi, mengatakan pemerintah daerah mengambil langkah cepat karena pemakaman tidak dapat ditunda.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial yang ambil alih. Dilihat dari kondisi jenazah, pemakaman tidak bisa ditunda lagi karena tubuh jenazah sudah sudah mulai hancur,” kata Marajabesi di RSUD Raja Ampat.

Polisi masih menunggu hasil pendalaman penyidik dan pemeriksaan medis sebelum menyimpulkan penyebab kematian korban. Polres Raja Ampat juga belum memastikan apakah korban merupakan warga negara asing atau warga negara Indonesia.


 

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut