Pemabuk Keroyok 4 Karyawan Sawit di Sorong Selatan, Barak Dirusak dan Dijarah
Gita menyebut perusahaan bersama aparat kepolisian mengevakuasi 179 karyawan ke lokasi yang lebih aman setelah insiden tersebut. Namun, saat proses evakuasi berlangsung, barak di Blok B berada dalam keadaan kosong. Kondisi itu diduga dimanfaatkan untuk melakukan penjarahan.
"Fasilitas yang dijarah diantaranya kasur, alat masak handphone dan uang. Namun smpe sekarang masih dilakukan pengecekan," tegasnya.
Kepala Distrik Kais, Yulius Keba, menegaskan peristiwa tersebut tidak dapat dilepaskan dari pengaruh minuman keras. Ia menyebut pemerintah distrik telah mengumpulkan tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk mendorong penyelesaian bersama sekaligus mencegah konflik meluas.
"Ini dilakukan oleh oknum yang dalam keadaan dipengaruhi miras. Maka dari itu kita sudah mengumpulkan para tokoh adat, tokoh masyarakat untuk bersama-sama duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut," tegasnya.
Yulius berharap peredaran minuman keras di wilayah Kais dapat dihentikan karena berpotensi memicu gangguan keamanan. Ia menilai warga membutuhkan jaminan ketertiban, terutama di kawasan permukiman dan lingkungan kerja perusahaan.
Kasus pengeroyokan, perusakan fasilitas karyawan, dan dugaan penjarahan itu kini menjadi perhatian aparat. Polisi diharapkan menuntaskan proses hukum terhadap para pelaku agar insiden serupa tidak kembali terjadi di Distrik Kais.
Editor : Hanny Wijaya