Long March Ribuan Warga Maluku di Kota Sorong Peringati Hari Pattimura ke-209
SORONG, iNewssorongraya.id – Ribuan keluarga besar Maluku di perantauan memperingati Hari Pattimura ke-209 di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (15/5/2026). Peringatan tersebut menjadi ruang konsolidasi budaya, sejarah, dan semangat kebangsaan masyarakat Maluku di tanah rantau.
Kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy, pahlawan nasional asal Maluku yang memimpin perlawanan rakyat terhadap penjajahan Belanda pada 1817.

Peringatan Hari Pattimura yang rutin diperingati setiap 15 Mei itu diawali dengan penyalaan obor di kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong. Api obor dinyalakan oleh Pj Sekda Papua Barat Daya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan penghormatan terhadap jasa Kapitan Pattimura.
Setelah prosesi penyalaan obor, puluhan pemuda Maluku membawa api tersebut dalam lari obor. Mereka bergerak dari kawasan Pantai Reklamasi menuju halaman Gedung Serba Guna Batalyon 762/Vira Yudha Sakti.

Semarak peringatan Hari Pattimura ke-209 juga diwarnai long march ribuan warga Maluku. Peserta berjalan bersama dengan mengenakan atribut budaya Maluku sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan, persatuan, dan identitas leluhur.
Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan tarian Cakalele dan berbagai atraksi seni budaya Maluku. Kehadiran seni tradisional itu memperkuat pesan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana pewarisan nilai sejarah kepada generasi muda.

Sebelum memasuki halaman Gedung Serba Guna Batalyon 762/Vira Yudha Sakti, pembawa api obor menyerahkan api Pattimura kepada sesepuh dan tokoh muda Maluku. Prosesi tersebut berlangsung di depan markas Batalyon 762/Vira Yudha Sakti.
Setelah penyerahan, api obor Pattimura diarak menuju Gedung Serba Guna Batalyon 762/Vira Yudha Sakti. Panitia kemudian melanjutkan kegiatan dengan prosesi adat untuk menyalakan api pada tiang yang telah disiapkan.

Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Kota Sorong, Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya, menjadi wujud nyata komitmen masyarakat Maluku di perantauan dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai perjuangan Thomas Matulessy.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa semangat Kapitan Pattimura tetap relevan dalam kehidupan berbangsa. Nilai keberanian, patriotisme, persatuan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat Maluku di Sorong menegaskan peran budaya sebagai perekat sosial. Semangat Pattimura diharapkan menjadi energi kolektif untuk menjaga persaudaraan, membangun daerah, dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di Papua Barat Daya.
Editor : Hanny Wijaya