Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ledakan Diduga Bom di Sebuah Gereja di Intan Jaya Picu Kepanikan, TNI Minta Warga Tak Terprovokasi
Advertisement . Scroll to see content

TNI Bongkar Ladang Ganja Diduga Milik KKB di Papua, 216 Batang Siap Panen Disita

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:33 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
TNI Bongkar Ladang Ganja Diduga Milik KKB di Papua, 216 Batang Siap Panen Disita
Pangkogabwilhan III dan pasukan menunjukkan barang bukti 216 batang pohon ganja siap panen yang ditemukan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, diduga milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

OKSIBIL, iNewsSorongraya.id – Aparat TNI membongkar dua ladang ganja siap panen yang diduga terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Dalam operasi itu, aparat menemukan 216 batang pohon ganja dan mengamankan dua terduga pelaku yang kini menjalani proses hukum.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan warga Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar permukiman mereka. Informasi masyarakat kemudian ditindaklanjuti Satgas TNI dengan melakukan penyisiran di sejumlah titik pedalaman.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan aparat pertama kali menemukan 55 batang pohon ganja setinggi sekitar 1,5 meter dalam kondisi siap panen di kawasan hutan Desa Ngutok.

Petugas lalu melanjutkan penyisiran ke area lain di sekitar lokasi dan kembali menemukan 80 batang pohon ganja yang ditanam secara tersembunyi di dalam hutan.

“Melangkah lebih jauh menyusuri hutan di sekitar Desa Ngutok, pasukan kembali menemukan 80 batang pohon ganja lainnya,” kata Lucky dalam keterangan tertulis diterima pada Ahad  (10/5).

Operasi kemudian dikembangkan ke Desa Esipding, Distrik Serambakon. Di lokasi kedua tersebut, aparat kembali menemukan 81 batang pohon ganja dengan tinggi mencapai dua meter.

Total sebanyak 216 batang pohon ganja diamankan sebagai barang bukti. Satgas TNI juga menangkap dua orang berinisial L-U dan C-U yang diduga terlibat dalam aktivitas penanaman ganja di wilayah tersebut.

“Satgas T0 mengamankan tersangka berinisial L-U dan C-U, kemudian dibawa bersama 216 batang pohon ganja sebagai barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan,” ujar Lucky.

Penemuan ladang ganja di wilayah pedalaman Papua itu memunculkan dugaan kuat adanya keterkaitan antara aktivitas budidaya narkotika dan upaya pendanaan kelompok bersenjata di Papua. Aparat menduga praktik tersebut dilakukan secara terorganisasi dan telah berlangsung cukup lama.

Lucky menyebut temuan dua ladang ganja itu diyakini hanya sebagian kecil dari jaringan budidaya narkotika yang diduga tersebar di sejumlah wilayah pedalaman Papua.

“Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil. Ada indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja serupa hasil budidaya ‘warga binaan’ atau ditanam sendiri oleh anggota KKB/TPNPB-OPM, banyak tersebar di pedalaman Papua,” katanya.

Selain menyoroti aspek keamanan, Lucky juga menilai praktik penanaman ganja tersebut menjadi ancaman serius bagi masyarakat Papua, terutama generasi muda yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Ia menegaskan tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan dan perjuangan masyarakat adat Papua yang selama ini berupaya melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba.

“Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya, KKB/TPNPB-OPM justru menanam racun di tanah yang sama. Saya tegaskan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk dugaan jalur distribusi ganja dari wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

 

 

 

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut