Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Warung Kopi Dibakar Dini Hari, Polisi Perketat Pengamanan di Dekai
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Dalami Dugaan Kelompok Bersenjata di Balik Penikaman Warga Dekai

Minggu, 20 September 2026 | 01:14 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Polisi Dalami Dugaan Kelompok Bersenjata di Balik Penikaman Warga Dekai
Polisi memeriksa lokasi penikaman warga di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Dugaan keterkaitan kelompok bersenjata masih diverifikasi melalui keterangan saksi, hasil olah TKP, dan barang bukti.

 

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id – Dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam penikaman warga di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, belum menjadi kesimpulan penyidik. Polisi masih mencocokkan informasi awal tersebut dengan keterangan saksi, hasil olah TKP, dan barang bukti.

Warga berinisial IA (48) menjadi korban penikaman di Jalan Telkomsel, Kompleks Telkomsel, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 18.40 WIT. Korban mengalami tiga luka tusuk dan masih menjalani perawatan di RSUD Dekai dalam kondisi sadar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan korban sempat melihat ciri-ciri orang yang diduga menyerangnya. Berdasarkan keterangan awal, terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

“Korban mengalami tiga luka tusuk, dua di antaranya pada bagian tangan atau lengan sebelah kiri dan satu luka pada bagian rusuk sebelah kiri. Korban sempat melihat ciri-ciri pelaku, di antaranya bertubuh kecil serta pakaian yang dikenakan,” ujar Yusuf.

Penyidik kemudian melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah titik yang dinilai berkaitan dengan kejadian. Polisi juga mengamankan satu lembar baju lengan pendek sebagai barang bukti.

Informasi mengenai kemungkinan keterkaitan pelaku dengan kelompok bersenjata Kodap XVI Yahukimo turut didalami. Namun, kepolisian belum menyatakan informasi tersebut sebagai fakta yang telah terbukti.

“Untuk informasi mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu, masih kami dalami. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum keterangan saksi, temuan di TKP, dan bukti lainnya dapat dikonfirmasi oleh penyidik,” jelas Yusuf.

Sikap serupa disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga. Menurut dia, seluruh informasi yang masuk harus melalui proses verifikasi sebelum menjadi dasar kesimpulan.

“Setiap informasi yang kami peroleh akan diverifikasi dan dicocokkan dengan hasil penyelidikan di lapangan,” kata Adarma.

Ia menambahkan, personel gabungan juga melakukan langkah pengamanan untuk menjaga situasi Dekai tetap kondusif.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kamtibmas, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujarnya.

Dengan demikian, fokus penyidikan saat ini berada pada identifikasi pelaku, rekonstruksi rangkaian kejadian, serta pembuktian setiap informasi yang muncul di lapangan. Polisi belum mengaitkan perkara tersebut dengan kelompok tertentu sebelum bukti dan keterangan yang diperoleh dinyatakan cukup.

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut