Aris Sanda Dituding Intelijen, Polisi Tegaskan Fakta: Dia Sopir Selama 13 Tahun
WAMENA, iNewssorongraya.id – Polisi mematahkan informasi yang menyebut Aris Sanda (41), korban tewas dalam kendaraan angkutan yang terbakar di Jalan Poros Habema KM 32, merupakan anggota intelijen aparat keamanan. Polisi memastikan Aris bekerja sebagai sopir angkutan dan telah menjalani profesinya sekitar 13 tahun.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan informasi tersebut tidak sesuai fakta dan meminta masyarakat tidak mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lajuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegas Yusuf.
Klarifikasi itu disampaikan ketika polisi masih menyelidiki kematian Aris setelah kendaraan yang dikemudikannya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di bibir jurang. Sebelum ditemukan, Aris diketahui membawa sembilan penumpang dari Ilekma menuju Mbua.
Dalam penyelidikan awal, aparat menemukan satu selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter dan tas berisi identitas korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk pemeriksaan visum luar.
Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan penghadangan serta kemungkinan keterlibatan kelompok KKB Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan.
Saat ini, penyidik masih mengurai rangkaian kejadian untuk memastikan apakah terdapat unsur penghadangan, perampasan, pembunuhan, dan pembakaran kendaraan. Identitas pelaku serta motif kasus masih menunggu hasil penyelidikan.
Dengan demikian, polisi menegaskan status Aris Sanda sebagai sopir angkutan telah dipastikan, sementara siapa pelaku dan apa motif di balik kematiannya masih menjadi fokus penyidikan.
Editor: Hanny Wijaya