Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi Pimpin Polda Papua Barat Daya, Ini Pesan Tegas Brigjen Hengki Haryadi
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Telusuri Jejak WNA China di Raja Ampat, Dugaan Perburuan Penyu Masuk Pendalaman

Kamis, 17 September 2026 | 05:17 WIB
  • author ANDREW CHAN
Polisi Telusuri Jejak WNA China di Raja Ampat, Dugaan Perburuan Penyu Masuk Pendalaman
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya AKBP Erwin Togar Hasian Situmorangn saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (FOTO : iNewssorong/CHAN)

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Polisi memperluas pendalaman terhadap aktivitas WNA China Wei Shang alias Wilson Shang di Raja Ampat. Jejak perjalanan, pihak yang mendampingi, lokasi penyelaman, hingga dokumentasi bawah laut kini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk menguji dugaan perburuan satwa dilindungi.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya AKBP Erwin Togar Hasian Situmorang mengatakan penyidik belum dapat menyimpulkan perkara sebelum seluruh informasi dikumpulkan dan dicocokkan.

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya menyasar Wei Shang. Polisi juga akan meminta keterangan pihak homestay, orang yang membawa perahu, serta dua rekan yang disebut ikut menyelam bersama WNA tersebut.

“Termasuk yang mendokumentasi di bawah air juga akan kita periksa, yang dua temannya saat menyelam,” kata Erwin.

Polres Raja Ampat sebelumnya telah mendatangi lokasi yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan TKP dilakukan bersama dokumentasi dasar laut sebagai bagian dari pengumpulan bahan penyelidikan.

Di sisi lain, polisi juga menelusuri pola perjalanan Wei Shang. Berdasarkan pengakuan awal yang belum diperiksa secara mendalam, WNA tersebut disebut telah empat kali berkunjung ke Bali dan baru sekali datang ke Raja Ampat.

“Kalau secara data memang dia ini, menurut pengakuan awal ya, meskipun saya belum interogasi secara mendalam, dia sudah empat kali ke Bali dan ke Raja Ampat itu baru sekali,” ungkap Erwin.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa Wei Shang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas menyelam. Jejak di media sosial turut menjadi bahan yang akan didalami, terutama untuk mengetahui aktivitasnya selama berada di Indonesia.

“Ya memang dari informasi yang kita dapatkan, dia hobi diving. Memang termasuk di medsos pun saya lihat dia banyak sekali pergi ke pantai-pantai. Kayaknya memang dia ini adalah seorang diver, ya. Dia memang suka diving dan banyak video-video divingnya juga ada di medsos-medsos,” jelasnya.

Dugaan perkara ini bermula dari dokumentasi yang beredar di media sosial dan laporan masyarakat adat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kemudian meminta langkah pencegahan terhadap Wei Shang agar yang bersangkutan tidak meninggalkan Indonesia selama proses pemeriksaan berlangsung.

Wei Shang akhirnya diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, saat hendak menuju Kuala Lumpur. Ia kemudian dibawa ke Sorong untuk menjalani pemeriksaan.

Polda PBD kini menunggu hasil pemeriksaan Imigrasi sebelum mencocokkannya dengan keterangan Polres Raja Ampat, barang bukti, dan informasi dari para saksi.

“Nanti pemeriksaan rekan-rekan Imigrasi yang di Sorong, dari pemeriksaan Imigrasi Makassar, dari Polres Raja Ampat, nanti kita matching-kan, barulah nanti kita gelar perkara,” tegas Erwin.

Tahapan tersebut menjadi penting untuk memastikan apakah rangkaian dokumentasi dan keterangan yang beredar benar-benar memiliki keterkaitan dengan Wei Shang serta memenuhi unsur tindak pidana yang disangkakan.

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut