Polda Papua Akui Sudah Tambah 850 Personel Sebelum Ricuh Persipura
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Polda Papua mengungkapkan telah melakukan penebalan pengamanan sebelum pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC digelar di Stadion Lukas Enembe, Jumat (9/5/2026).
Namun, meski jumlah personel ditingkatkan menjadi 850 anggota, kerusuhan tetap terjadi setelah Persipura kalah 0-1 dan gagal promosi ke Liga 1 musim depan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan penambahan personel dilakukan berdasarkan arahan langsung Kapolda Papua karena pertandingan dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, personel yang disiagakan di lokasi telah ditingkatkan dari rencana awal 700 personel menjadi 850 personel,” kata Cahyo, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, jumlah tersebut belum termasuk aparat yang ditempatkan di jalur mobilisasi penonton dari arah Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom.
“Jumlah ini belum termasuk personel yang tersebar di jalur-jalur mobilisasi penonton dari arah Keerom dan Kota Jayapura,” jelasnya.
Meski pengamanan diperkuat, kericuhan tetap pecah beberapa saat setelah pertandingan selesai. Massa yang kecewa melampiaskan emosi dengan merusak fasilitas stadion, membakar kendaraan, serta menyerang aparat menggunakan batu.
Polda Papua kini mengevaluasi sistem pengamanan pertandingan sepak bola berisiko tinggi, termasuk pola mitigasi terhadap potensi provokasi di tengah massa suporter.
Polisi juga menduga kerusuhan diperparah oleh keberadaan provokator yang memanfaatkan situasi emosional pasca kekalahan Persipura.
“Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung,” ujar Cahyo.
Dalam insiden tersebut, 10 personel kepolisian mengalami luka-luka dan satu warga sipil turut menjadi korban. Selain itu, puluhan kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas Stadion Lukas Enembe mengalami kerusakan berat.
Tim gabungan Satreskrim Polres Jayapura dan Tim Inafis Polda Papua hingga kini masih melakukan olah TKP dan pengumpulan alat bukti.
Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan terhadap seluruh pelaku yang terbukti melakukan tindakan kriminal saat kerusuhan berlangsung.
Kericuhan di Stadion Lukas Enembe menjadi catatan penting bagi penyelenggara kompetisi sepak bola nasional bahwa pengamanan besar tidak selalu cukup tanpa pengelolaan risiko, edukasi suporter, dan antisipasi provokasi secara menyeluruh.
Editor : Chanry Suripatty