10 Polisi Terluka Saat Ricuh Persipura Vs Adhyaksa, Kapolres Jayapura Turut Jadi Korban
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Sedikitnya 10 personel kepolisian mengalami luka-luka saat menangani kericuhan usai pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan salah satu korban luka merupakan Kapolres Jayapura yang berada langsung di lapangan saat situasi memanas.
“Tercatat 10 personel mengalami luka-luka, termasuk Kapolres Jayapura,” kata Cahyo, Sabtu (9/5/2026).
Selain Kapolres Jayapura, seorang perwira Polres Jayapura bernama Ipda Arjuna dilaporkan mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Salah satu perwira Polres Jayapura, Ipda Arjuna, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka lemparan batu di bagian kepala,” ujarnya.
Tidak hanya aparat keamanan, satu warga sipil juga dilaporkan menjadi korban luka dalam insiden tersebut.
Kericuhan pecah tidak lama setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Adhyaksa FC 1-0 atas Persipura Jayapura. Kekalahan itu membuat Persipura gagal promosi ke Liga 1 dan memicu kekecewaan besar dari sebagian suporter.
Massa yang tersulut emosi mulai melempari aparat dengan batu, membakar kendaraan, serta merusak fasilitas stadion dan sejumlah kios di sekitar lokasi pertandingan.
Polda Papua menyebut sebenarnya pengamanan pertandingan telah diperketat sejak awal. Jumlah personel yang diterjunkan bahkan ditambah menjelang kick off.
“Sesuai arahan Kapolda, personel yang disiagakan di lokasi telah ditingkatkan dari rencana awal 700 personel menjadi 850 personel. Jumlah ini belum termasuk personel yang tersebar di jalur-jalur mobilisasi penonton dari arah Keerom dan Kota Jayapura,” jelas Cahyo.
Meski jumlah personel ditambah, eskalasi massa yang terjadi secara cepat membuat situasi sulit dikendalikan dalam beberapa jam pertama setelah pertandingan usai.
Saat ini, aparat masih melakukan evaluasi terhadap pola pengamanan pertandingan sepak bola dengan tingkat rivalitas dan tekanan emosional tinggi.
Polda Papua juga memastikan seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa di Stadion Lukas Enembe menunjukkan bahwa sepak bola tidak sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga menyangkut pengelolaan emosi massa, profesionalisme pengamanan, dan kedewasaan dalam menerima hasil kompetisi.
Editor : Chanry Suripatty