Ricuh Persipura Vs Adhyaksa, 14 Orang Ditangkap dan Aktor Provokasi Diburu
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Polisi mengusut kericuhan besar yang pecah usai pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (9/5/2026). Hingga Sabtu (10/5/2026), polisi telah menangkap 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkistis tersebut.
Kerusuhan dipicu setelah Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga penentuan promosi. Kekalahan itu membuat tim berjuluk Mutiara Hitam gagal kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan situasi keamanan di sekitar stadion kini mulai terkendali. Namun, penyelidikan terhadap pelaku kericuhan dan dugaan provokasi masih terus dilakukan.
“Untuk saat ini ada 14 orang yang diamankan terkait ricuh. Saat ini sedang didalami,” kata Cahyo dalam keterangannya di Mapolda Papua, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Cahyo, tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayapura dan Tim Inafis Polda Papua langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan alat bukti.
Polda Papua menduga kerusuhan tidak semata dipicu kekecewaan suporter, melainkan dimanfaatkan pihak tertentu untuk memprovokasi massa hingga berujung perusakan fasilitas umum dan pembakaran kendaraan.
“Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung,” ujar Cahyo.
Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi pertandingan, termasuk petugas pengamanan dan masyarakat sekitar stadion.
Kericuhan yang berlangsung beberapa jam itu menyebabkan situasi di kawasan Stadion Lukas Enembe sempat lumpuh. Massa dilaporkan membakar kendaraan, merusak fasilitas stadion, serta menyerang aparat keamanan dengan lemparan batu.
Meski demikian, Cahyo memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Jayapura berangsur normal setelah aparat melakukan penyisiran dan pengamanan tambahan di sejumlah titik rawan.
“Saat ini situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayapura, khususnya di sekitar Stadion Lukas Enembe, telah berangsur pulih dan terkendali,” bebernya.
Polda Papua menegaskan proses hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana selama kericuhan berlangsung.
“Kita menegaskan akan melakukan upaya penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana dalam insiden tersebut,” ungkap Cahyo.
Kerusuhan tersebut kini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah tingginya harapan masyarakat Papua terhadap kebangkitan Persipura Jayapura menuju Liga 1.
Insiden Stadion Lukas Enembe tidak hanya meninggalkan trauma dan kerusakan besar, tetapi juga menjadi ujian serius bagi aparat keamanan dan dunia sepak bola Papua dalam menjaga sportivitas serta stabilitas keamanan pasca pertandingan berisiko tinggi.
Editor : Chanry Suripatty