get app
inews
Aa Text
Read Next : Laporan Begal Palsu di Raja Ampat Picu Keresahan, Polisi Ingatkan Ancaman UU ITE

Geger Bangkai Kapal Misterius Hanyut ke Jalur Diving Raja Ampat, Ancam Wisata Laut Dunia 

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:47 WIB
header img
Sejumlah foto drone menangkap bangkai kapal misterius terbakar yang hanyut di perairan Selat Dampier, Raja Ampat, mengancam terumbu karang dan jalur wisata dunia. (Foto: Istimewa).

RAJA AMPAT, iNewssorongraya.idBangkai kapal misterius tanpa identitas yang terbakar dan hanyut di perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, memicu keresahan warga serta pelaku wisata setempat. Kapal yang diduga bekas kapal penampung tuna itu kini dikhawatirkan masuk ke jalur wisata diving dan kawasan terumbu karang yang menjadi ikon wisata bahari dunia.

Kapal tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di wilayah Distrik Meos Mansar dan terus bergerak mengikuti arus laut. Hingga Sabtu (9/5/2026), identitas pemilik kapal belum diketahui, sementara upaya evakuasi yang dilakukan masyarakat belum membuahkan hasil. 

Keberadaan bangkai kapal itu kini menjadi sorotan karena dinilai berpotensi memicu kerusakan ekosistem laut Raja Ampat yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. 

Warga bersama sejumlah pelaku wisata lokal sebenarnya telah berupaya menarik bangkai kapal agar tidak hanyut menuju kawasan terumbu karang dan titik penyelaman wisatawan. Namun, usaha tersebut terkendala ukuran kapal yang besar dan bobot yang sangat berat. 

Menas Mambrasar, salah satu warga yang ikut dalam proses penanganan, mengaku masyarakat sudah berusaha maksimal untuk mengevakuasi kapal tersebut.
“Masyarakat sudah coba evakuasi bangkai kapal, tapi terlalu berat,” ujar Menas Mambrasar, Sabtu (9/5/2026). 

Kondisi itu membuat masyarakat khawatir karena kapal terus bergerak mengikuti arus laut tanpa kendali. Warga menilai, jika kapal kandas di kawasan konservasi atau jalur diving, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas pariwisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Raja Ampat selama ini menjadi destinasi penyelaman kelas dunia dengan ribuan spesies ikan dan hamparan terumbu karang yang dilindungi.

Jika bangkai kapal kandas di area sensitif, material besi, sisa pembakaran, hingga potensi limbah dari badan kapal dikhawatirkan mencemari laut dan merusak ekosistem bawah laut. 

Situasi tersebut juga dinilai dapat mencoreng citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata internasional yang mengandalkan kelestarian alam sebagai daya tarik utama. 

Sejumlah pelaku wisata menyebut jalur perairan di sekitar Distrik Meos Mansar merupakan kawasan yang sering dilintasi wisatawan mancanegara untuk aktivitas diving dan liveaboard. Karena itu, mereka meminta langkah cepat sebelum kondisi berkembang menjadi krisis lingkungan.

Masyarakat menilai penanganan terhadap bangkai kapal misterius itu masih minim, padahal ancaman terhadap lingkungan terus meningkat seiring kapal hanyut tanpa arah pasti. 

Warga mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evakuasi menggunakan peralatan yang memadai. Mereka menilai masyarakat tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi bangkai kapal berukuran besar di tengah arus laut Raja Ampat yang cukup kuat. 

Selain percepatan evakuasi, warga juga meminta aparat berwenang mengusut asal-usul kapal dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kapal tersebut. 

Menurut warga, pengusutan penting dilakukan agar ada kepastian hukum serta tanggung jawab terhadap potensi kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan.

Kasus hanyutnya bangkai kapal misterius itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap lemahnya pengawasan di wilayah laut Raja Ampat. Kawasan konservasi yang selama ini menjadi kebanggaan Indonesia dinilai tidak boleh dibiarkan menghadapi ancaman pencemaran tanpa respons cepat. 

Warga berharap pemerintah tidak menunggu kapal kandas atau merusak terumbu karang sebelum mengambil tindakan konkret. Mereka menegaskan perlindungan ekosistem laut Raja Ampat harus menjadi prioritas utama karena menyangkut masa depan lingkungan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat pesisir. 

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap konservasi laut, masyarakat Raja Ampat kini hanya berharap bangkai kapal misterius itu segera dievakuasi sebelum berubah menjadi bencana ekologis di salah satu surga bawah laut terbaik dunia.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut