Pihak Kontraktor Bantah Proyek Puskesmas Aifat Timur Tengah Mangkrak, Klaim Siap Diresmikan
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Polemik dugaan proyek mangkrak pembangunan Puskesmas Aifat Timur Tengah di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, memicu bantahan keras dari pihak kontraktor. Kepala Cabang PT PAK, JNS, menegaskan proyek tersebut tidak terbengkalai dan saat ini hampir selesai, meski sempat terhambat eskalasi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi iNewssorongraya.id, JNS mengungkapkan progres pembangunan fasilitas kesehatan berlantai dua itu telah mendekati tahap akhir.
“Progres fisik sudah sekitar 85 persen up. Barang di lokasi hampir 100 persen, tinggal dipasang saja. Jadi secara teknis kita hanya menyelesaikan tahap finishing,” kata JNS, Jumat [6/3/2026].

Proyek pembangunan Puskesmas Aifat Timur Tengah merupakan program yang dibiayai APBD melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 dengan nilai anggaran sekitar Rp15 miliar. Fasilitas kesehatan tersebut dirancang menjadi pusat layanan kesehatan bagi sejumlah kampung di wilayah Aifat Timur Tengah.
Namun, proyek ini menjadi sorotan setelah Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sorong membuka penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran. Aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan pencairan dana hingga 100 persen ketika progres fisik pekerjaan diduga masih sekitar 30 persen.
JNS membantah keras tudingan tersebut.
“Kalau dibilang dana sudah cair 100 persen itu tidak benar. Dana yang sudah dicairkan baru sekitar 82 persen, sementara progres pekerjaan sudah di atas itu,” ujarnya.
Gangguan Keamanan Jadi Penghambat Utama

Menurut JNS, kendala terbesar pembangunan bukan berasal dari manajemen proyek, melainkan situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah Maybrat.
Sejak dimulai pada 2023, aktivitas pembangunan beberapa kali terhenti akibat gangguan kelompok bersenjata di sekitar lokasi proyek.
“Awalnya kita mulai kerja normal, tetapi kemudian terjadi gangguan keamanan. Bahkan pernah terjadi penembakan dan baku tembak di sekitar akses masuk lokasi proyek,” ungkapnya.

Ia menjelaskan keselamatan pekerja menjadi pertimbangan utama perusahaan sehingga pekerjaan sempat dihentikan sementara.
“Ketika ada baku tembak antara aparat dan kelompok bersenjata di sekitar lokasi, otomatis kita hentikan pekerjaan. Tukang-tukang turun ke kota karena trauma,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, perusahaan harus berulang kali mencari tenaga kerja baru karena sebagian pekerja memilih tidak kembali ke lokasi proyek.
“Begitu mau lanjut kerja, tukangnya sudah trauma. Kita harus cari pekerja baru lagi. Situasi seperti itu terjadi berulang,” ujar JNS.
Jaminan Keamanan Pemerintah Daerah

JNS menyebut pekerjaan kembali dipercepat setelah pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan di lokasi proyek pada akhir 2025.
“Bupati dan Sekda menjamin keamanan sehingga kami kembali melanjutkan pekerjaan. Dalam dua bulan terakhir progresnya sangat cepat,” katanya.
Menurut dia, saat ini pekerjaan tersisa hanya tahap penyelesaian akhir, termasuk pemasangan material yang sudah berada di lokasi.
“Lahannya juga sudah dibersihkan menggunakan bomag dan ekskavator. Sekarang tinggal finishing saja sebelum peresmian,” ujar JNS.

Ia bahkan menyatakan komitmen pribadi untuk menuntaskan proyek tersebut demi kepentingan masyarakat.
“Saya sudah sampaikan ke Bupati Maybrat, pekerjaan ini harus selesai. Ini soal komitmen dan harga diri kami sebagai kontraktor,” tegasnya.
Tantangan Medan Ekstrem

Selain keamanan, medan proyek yang berada di wilayah pegunungan juga menjadi tantangan besar dalam proses pembangunan.
JNS mengatakan lokasi pembangunan berada di kawasan berbatu keras sehingga proses pembukaan lahan memakan waktu berbulan-bulan.
“Tanah di sana bukan tanah biasa, tetapi batu gunung. Kita harus pakai alat breaker untuk memecahkan batu sebelum pembangunan dimulai,” ujarnya.

Akses logistik pun sempat terkendala karena jembatan rusak dan jalan yang curam.
“Truk pengangkut material sempat tidak bisa lewat karena jembatan rusak parah. Jadi dari pihak pemerintah setempat harus memasang pancang kayu dahulu supaya kendaraan bisa masuk,” kata dia.
Kondisi tersebut membuat proses mobilisasi alat berat dan material berlangsung jauh lebih lama dari perencanaan awal.
Target Rampung April 2026

Meski menghadapi berbagai hambatan, JNS memastikan proyek tetap berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Rencana kami akhir April 2026 pekerjaan sudah selesai. Kalau situasi tetap aman, waktunya tidak akan lama,” katanya.
Ia berharap tidak ada lagi gangguan keamanan agar penyelesaian proyek bisa berjalan sesuai rencana.
“Kalau kondisi aman, sebenarnya pekerjaan ini sudah hampir selesai. Mudah-mudahan tidak ada lagi gangguan,” ujar JNS.
Penting untuk Layanan Kesehatan Warga

JNS menekankan pembangunan Puskesmas Aifat Timur Tengah memiliki arti penting bagi masyarakat di wilayah tersebut, terutama bagi tiga kampung yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan merupakan simbol kehadiran negara di daerah konflik.
“Pak Bupati menekankan bahwa di daerah konflik, kehadiran pemerintah sangat penting. Infrastruktur kesehatan dan pendidikan itu objek vital bagi masyarakat,” katanya.
Karena itu, pihaknya berkomitmen menuntaskan pembangunan tersebut meski harus menghadapi berbagai risiko.
“Kami ambil pekerjaan ini dengan komitmen tinggi. Walaupun daerahnya rawan dan banyak risiko, kami tetap berusaha menyelesaikannya,” ujar JNS.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proyek tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
“Kami mohon doa dari masyarakat supaya pembangunan Puskesmas ini cepat selesai dan bisa digunakan untuk kepentingan warga,” katanya.
Editor : Chanry Suripatty