get app
inews
Aa Text
Read Next : Oknum Pejabat Bea Cukai Papua Ditetapkan Tersangka Kasus Asusila Anak di Kota Sorong

Jalan Yos Sudarso Sorong Akhirnya Dibuka Usai Negosiasi Alot, Polisi Janji Tangkap Pelaku 1x24 Jam

Selasa, 03 Maret 2026 | 21:45 WIB
header img
Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin saat membantu membuka blokade jalan.

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Akses utama di Jalan Yos Sudarso, Komplek Lido, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, akhirnya kembali normal setelah seharian lumpuh akibat aksi blokade keluarga korban pengeroyokan, Selasa (3/3/2026). Pembukaan jalur vital tersebut terjadi usai negosiasi alot antara aparat dan pihak keluarga yang menuntut kepastian hukum.

Blokade yang berlangsung sejak pagi hingga malam itu memicu kemacetan panjang dan memaksa aparat mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Keluarga korban menutup badan jalan dengan ranting kayu dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas dugaan lambannya penanganan kasus penganiayaan. 

Langkah humanis dan dialogis dilakukan jajaran Polresta Sorong Kota bersama Polsek Sorong Barat. Negosiasi dipimpin Kabag Ops Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin dan Kapolsek Sorong Kota AKP Max Pigay yang turun langsung menemui keluarga korban di lokasi. 

Dari pantauan di lapangan, perundingan berlangsung tegang. Keluarga korban meminta aparat segera menangkap pelaku dalam waktu 1x24 jam.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin, menegaskan hasil pertemuan telah menghasilkan kesepakatan.
“Hasil pertemuan tadi, kita bersepakat, yang jelasnya dari pihak keluarga meminta setelah kejadian ini, dalam waktu 1x24 jam pelaku harus diamankan,”ungkap Kompol Andi. 

Ia menyatakan kepolisian berkomitmen menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Dan kami dari Kepolisian berkomitmen akan secepatnya ditindaklanjuti dan amankan pelaku,” tegasnya. 

Setelah kesepakatan dicapai, personel kepolisian bersama TNI bergerak membersihkan material yang menutup ruas jalan. Arus kendaraan perlahan kembali melintas di Jalan Yos Sudarso.
“Untuk jalur lalu lintas, saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan, namun karena banyak material di jalanan yang digunakan untuk blokade jalan, makanya personel kami dan rekan-rekan dari TNI langsung bergerak cepat untuk membersihakan ruas jalan ini, sebentar saja ini, dan lalu-lintas bisa normal kembali,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan informasi-informasi hoax serta mempercayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut,”pungkasnya.

Aksi pemalangan dipicu kekecewaan keluarga Agus Taribaba, korban pengeroyokan yang terjadi di areal Pasar Remu pada 22 Februari 2026. Mereka menilai laporan yang telah dilayangkan sebelumnya belum menunjukkan perkembangan signifikan. 

Penasihat hukum korban, Hasiu, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar proses hukum berjalan.
“Keluarga Agus Taribaba tidak punya maksud lain, kita semua hanya ingin minta keadilan dan kepastian hukum atas korban,”ungkap Hasiu. 

Ia menyebut sebelum insiden pengeroyokan, pihaknya juga telah melaporkan dugaan pengancaman terhadap korban pada 4 Februari, namun belum ada kejelasan status hukum terlapor.
“Kita mau laporan yang dilayangkan ke polisi harusnya bisa diproses, sehingga korban juga merasa adil di mata hukum kita,” ujarnya. 

Menurut Hasiu, keluarga telah berulang kali berkoordinasi dengan aparat, tetapi belum memperoleh kepastian.
“Kita sudah berulang kali koordinasi, tapi sampai satu pekan ini belum jelas status pelaku sehingga efeknya gini,”katanya. 

Di lokasi yang sama, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin memastikan tim telah dikerahkan untuk memburu terduga pelaku.
“Terkait hal tersebut, anggota kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami mohon doanya semoga pelaku segera ditangkap,” tegas Kompol Andi. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U Tan menegaskan penyidik masih bekerja intensif.
“Anggota sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku, semoga segera bisa ditangkap,”ujarnya. 

Aparat menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Sorong secara umum tetap kondusif, meski sempat terjadi dinamika di Komplek Lido. 

Dengan dibukanya kembali Jalan Yos Sudarso, aktivitas warga berangsur normal. Namun ultimatum 1x24 jam dari keluarga korban kini menjadi ujian komitmen aparat dalam membuktikan keseriusan penegakan hukum di Kota Sorong.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut