get app
inews
Aa Text
Read Next : Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap Terduga Propagandis Digital Jaringan PIS KKB di Mimika

Satgas Damai Cartenz Ungkap Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka

Minggu, 15 Maret 2026 | 07:15 WIB
header img
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua. [FOTO : DOK SATGAS OPS DAMAI CARTENZ]

 

JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua. Dalam operasi penegakan hukum yang digelar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan jaringan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif aparat terhadap peredaran senjata ilegal yang diduga akan disalurkan kepada kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan, dalam operasi yang dilakukan pada Kamis (12/3/2026), aparat awalnya mengamankan delapan orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan transaksi tersebut.

“Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026,” ujar Brigjen Pol. Faizal dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (15/3/2026).


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Menurut Faizal, kelima tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.
Tersangka SP (38) diduga bertindak sebagai pihak yang mencari sekaligus membeli senjata api rakitan dan amunisi.

Sementara OB (22) alias Bakuru disebut berperan sebagai penyumbang dana utama untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta.

Adapun YP (35) diduga turut menyumbang dana untuk pembelian amunisi sekitar Rp13 juta.

Dua tersangka lainnya yakni MKM (39) yang diduga membantu mengantarkan serta mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, serta DK (35) yang berperan sebagai perantara dalam transaksi senjata dan amunisi.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Selain lima tersangka tersebut, tiga orang lain yang sebelumnya turut diamankan masih berstatus sebagai saksi. Penyidik hingga kini masih mendalami keterlibatan mereka dalam jaringan tersebut.

Dalam pengungkapan itu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima magazen senjata, sejumlah telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi tersebut diduga akan dikirim kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah pegunungan Papua untuk memperkuat persenjataan mereka.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Faizal menjelaskan, jaringan tersebut menggunakan modus dengan mengutus sejumlah orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan penjual senjata api dan amunisi.

Dana pembelian kemudian dikumpulkan secara kolektif oleh beberapa pihak sebelum digunakan untuk memperoleh persenjataan yang rencananya akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok tersebut.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata,” kata Yusuf.

Di sisi lain, Wakaops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengajak masyarakat untuk turut membantu aparat dalam mencegah peredaran senjata ilegal.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal,” ujar Adarma.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polda Papua menunjukkan pelaku dan barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, dan magazen hasil pengungkapan jaringan transaksi senjata ilegal yang diduga akan dipasok kepada KKB di Papua.

 

Saat ini, penyidik Satgas Operasi Damai Cartenz masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk menelusuri jaringan pemasok senjata yang lebih luas. Aparat juga memburu pihak lain yang diduga berperan sebagai penyedia utama senjata dan amunisi ilegal dalam jaringan tersebut.

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut