Maybrat Tetap Kondusif: Warga, Adat, dan Pemerintah Bersatu Sambut Natal 2025
MAYBRAT, iNewssorongraya.id — Menjelang Natal 2025, suasana damai terus diperkuat di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya—wilayah yang kerap disebut rawan konflik. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bersama tokoh adat menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Kampung Jitmau, Sabtu [29/11/20250 sebagai ajakan bersama untuk meneguhkan kasih persaudaraan dan menjaga stabilitas keamanan jelang 1 Desember serta perayaan Natal.
Ratusan warga tampak memenuhi lokasi ibadah. Mereka hadir bersama Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Salossa, pimpinan TNI–Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para pemimpin gereja. KKR mengusung tema “Melalui KKR–FKUB Kabupaten Maybrat, Kita Wujudkan Peran Iman dalam Membangun Bangsa dan Meneguhkan Persaudaraan dalam Kasih pada Bulan Natal.”
Ibadah dipimpin oleh Evangelis Zefanya Yewun yang mengajak masyarakat agar tetap merawat damai di tengah tantangan keamanan.
“Papua harus menjadi tanah yang aman, tenteram, dan penuh persaudaraan,” tegas Yewun dalam khotbahnya.
Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Salossa menegaskan komitmen pemerintah mendukung kegiatan rohani yang dinilai efektif mempererat hubungan warga.
“Kegiatan ini memperkuat iman dan memelihara kerukunan. Ini sangat membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Maybrat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang dapat memicu perselisihan sosial.
“Menjelang 1 Desember, Natal, dan Tahun Baru, saya tegaskan tidak ada alasan menjadikan 1 Desember sebagai hari besar yang justru menyengsarakan masyarakat,” ucapnya.
Salossa meminta warga meningkatkan ronda poskamling, menjauhi minuman keras, serta menjaga ketertiban di setiap kampung.
“Jangan mudah terpengaruh hoaks dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita harus menjaga Maybrat tetap aman dan damai,” lanjutnya.
Di hadapan seluruh warga, Salossa mengajak masyarakat terus memelihara kerukunan antarumat beragama.
“Walaupun keyakinan berbeda, kita semua adalah keluarga besar di Maybrat. Mari saling menghargai ibadah dan perayaan masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan rohani ini menjadi momentum untuk membawa semangat baru bagi warga Maybrat agar tetap bersatu.
“Melalui KKR ini, kita pulang dengan hati yang dikuatkan dan semangat membangun Maybrat yang aman, rukun, dan penuh berkat,” tutup Salossa.
Menjelang tanggal yang kerap dikaitkan dengan aktivitas kelompok separatis, situasi di Maybrat dilaporkan tetap kondusif. Aparat TNI dan Polri meningkatkan patroli sebagai langkah antisipasi mengingat Maybrat merupakan salah satu wilayah yang dianggap memiliki potensi kerawanan dari kelompok bersenjata berideologi bertentangan.
Upaya penguatan iman melalui KKR, dialog lintas agama, dan kolaborasi tokoh adat menjadi strategi penting dalam menekan potensi gesekan sosial pada momentum sensitif menjelang akhir tahun.
Editor : Chanry Suripatty