get app
inews
Aa Text
Read Next : Lantik 21 Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemprov Papua Barat Daya, Ini Pesan Tegas Gubernur

10 Tahun Mangkrak, Siloam Putuskan Bangun Ulang RS Internasional di Kota Sorong

Kamis, 12 Februari 2026 | 07:32 WIB
header img
Presiden Direktur Siloam, David Utama, bersama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di lokasi proyek.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Setelah satu dekade terbengkalai, gedung Rumah Sakit Siloam di Kota Sorong, akhirnya diputuskan untuk dibangun ulang. Manajemen Siloam Hospitals Group menilai struktur bangunan lama tidak lagi memenuhi standar kelayakan konstruksi rumah sakit modern berstandar internasional. 

Keputusan tegas itu terungkap dalam kunjungan Presiden Direktur Siloam, David Utama, bersama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di lokasi proyek, belum lama ini. 

Saat berada di lantai satu gedung enam tingkat tersebut, rombongan merasakan getaran yang cukup signifikan. Kondisi itu langsung memicu evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan struktur.
“Ini baru segini pak (manusia) sudah terasa goyang, belum ada alat. Kalau rumah sakit itu manusia beban jalan, alat beban mati,” jelas David Utama. 

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pembangunan ulang bukan sekadar renovasi, melainkan langkah fundamental untuk menjamin keselamatan pasien, tenaga medis, serta investasi jangka panjang sektor kesehatan di Papua Barat Daya. 

Dalam dialog di lokasi, David Utama menyampaikan bahwa bangunan lama tidak layak dilanjutkan. Ia bahkan berdiskusi langsung dengan Gubernur Elisa Kambu terkait kesiapan material konstruksi, termasuk pengadaan pasir dan batu.
“Kalau pasir saya rekomendir bawa dari Palu, kualitasnya bagus,” ujar Elisa Kambu. 

Pertemuan lanjutan di Hotel Aston menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap kehadiran rumah sakit tersebut.
David memaparkan, Siloam memiliki klasifikasi layanan rumah sakit yang akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Di Siloam, kami memiliki tiga jenis rumah sakit, jika termasuk layanan tambahan ada empat yakni premium memfokuskan pada 1 atau 2 center of excellence, premium generalis memfokuskan pada 4 sampai 6 center of excellence, ketiga value seeker menyediakan affordable health care dan community generalis yang diperuntukkan bagi BPJS,” terang David. 

Penentuan tipe rumah sakit di Sorong akan diputuskan setelah seluruh proses perizinan rampung dan mendapat persetujuan dari kantor pusat di Jakarta, termasuk penempatan tenaga medis dan dokter spesialis.
“Kami sangat berkomitmen, dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan Kota Sorong, untuk menyediakan akses dan pelayanan kesehatan yang memiliki standar internasional,” tandasnya.

David menegaskan, jika seluruh dokumen perizinan selesai pada 2026, maka pembangunan fisik akan langsung dimulai pada tahun yang sama.
“Kami harus komitmen untuk menyelesaikan semuanya agar birokrasi tidak menjadi hambatan,” tegasnya. 

Langkah percepatan itu dinilai strategis, mengingat kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Kota Sorong terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Selain menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia, Siloam juga menekankan aspek pemberdayaan sumber daya manusia lokal.
“Kami berkomitmen untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Di grup Siloam, kami memiliki rumah sakit pendidikan dan universitas. Setiap tahun, kami meluluskan 600–700 perawat lokal yang memperoleh beasiswa untuk pendidikan mereka,” terangnya. 

“Kami juga ingin mengedukasi siswa-siswa terbaik dari wilayah ini untuk menjadi perawat dan kembali melayani masyarakat,” tambah David. 

Komitmen tersebut membuka peluang bagi generasi muda Papua untuk berkarier di sektor kesehatan modern tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Gedung enam lantai di Jalan Ahmad Yani Kota Sorong itu sebelumnya menjadi simbol proyek terhenti. Serpihan kaca masih terlihat di area parkiran akibat aksi demonstrasi beberapa tahun lalu. Sejumlah bagian bangunan juga menunjukkan tanda kerusakan. 

Di tengah kondisi tersebut, Yahya Hosio, yang mengaku telah 16 tahun menjaga lokasi itu, setia mendampingi rombongan peninjau. Atas dedikasinya, David Utama menawarkan kesempatan bekerja kembali setelah rumah sakit resmi beroperasi. 

Keputusan membangun ulang RS Siloam di Kota Sorong bukan hanya soal infrastruktur, melainkan momentum kebangkitan layanan kesehatan regional. Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen investasi, proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak baru transformasi sektor medis di Papua Barat Daya. 

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Kota Sorong akan memiliki rumah sakit bertaraf internasional yang tidak lagi mangkrak, tetapi berdiri kokoh sebagai pusat rujukan modern di kawasan timur Indonesia.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut