get app
inews
Aa Text
Read Next : Tujuh Narapidana Kabur dari Lapas Sorong, Salah Satunya Pelaku Penyerangan Pos Koramil Kisor

Kanwil Ditjen PAS Papua Barat Lakukan Investigasi Khusus atas Kaburnya Tujuh Napi dari Lapas Sorong

Rabu, 02 April 2025 | 23:25 WIB
header img
Kepala Kanwil Ditjen PAS Papua Barat, Hensa, bersama Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol. Happy Perdana Yudianto, dan Kalapas Sorong, Manuel Yenusi, saat diwawancarai di Lapas Kelas II B, Kota Sorong, pada Rabu (2/4/2025).

 

SORONG, iNewssorongraya.id – Insiden kaburnya tujuh narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Sorong pada Selasa (1/4/2025) dini hari mengundang perhatian serius dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Papua Barat. Kejadian ini menyoroti lemahnya sistem keamanan dan kondisi fisik lapas yang memprihatinkan akibat overkapasitas serta tembok yang rapuh.

Dalam pelariannya, ketujuh narapidana tersebut—berinisial AL, AO, AA, DL, YW, dan JJ—membobol dinding Blok B1 yang telah rapuh dengan hanya menggunakan sendok stainless. Setelah berhasil merusak dinding, mereka memanjat pagar lapas dengan bantuan selimut yang diikat ke kawat duri.

Tujuh narapidana ini sebagian besar terjerat kasus pencurian, penganiayaan, dan pembunuhan. Bahkan, salah satu dari mereka diketahui pernah melarikan diri sebelumnya. Hal ini semakin mempertegas perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lapas.

Investigasi dan Pengejaran Intensif


Tampak depan Lapas Kelas II B, Kota Sorong, pada Rabu (2/4/2025).

 

Kepala Kanwil Ditjen PAS Papua Barat, Hensa, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Usai melakukan pertemuan dengan Kapolresta Sorong Kota dan Kalapas Sorong, ia menegaskan bahwa pihaknya telah memulai investigasi mendalam guna mengungkap penyebab utama pelarian tersebut. Hensa juga memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memburu para napi yang kabur.

“Kami sudah mengambil langkah cepat untuk mencari tahu bagaimana kejadian ini bisa terjadi. Saat ini, kami bekerja sama dengan kepolisian dalam upaya pencarian dan memastikan kondisi di dalam lapas tetap terkendali,” ujar Hensa.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab utama adalah kondisi fisik tembok lapas yang sudah lama melemah akibat sering terendam banjir. “Kami sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan dan renovasi. Namun, insiden ini membuktikan bahwa langkah tersebut masih belum cukup,” tambahnya. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian dari petugas lapas dan berjanji akan mengambil tindakan tegas setelah pemeriksaan selesai.

Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, telah membentuk tim khusus untuk mengejar para napi yang kabur. “Kami telah menyebarkan identitas mereka dan memperketat penjagaan di jalur-jalur keluar Kota Sorong, baik di pelabuhan, bandara, maupun jalur darat utama,” jelasnya. Ia juga mengimbau agar para napi menyerahkan diri sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

Overkapasitas dan Ancaman Keamanan


Rapat tertutup, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Yudianto (Tengah), Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Papua Barat, Hensa (Kiri) dan Kalapas Sorong, Manuel Yenusi (Kanan). (FOTO: iNewssorongraya.id - CHAN)

 

Lapas Sorong saat ini menghadapi masalah serius terkait overkapasitas. Dengan kapasitas resmi hanya 250 orang, jumlah penghuni lapas telah membengkak menjadi 500 orang per April 2025. Situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan, meningkatkan risiko pelarian, serta memperumit pengawasan oleh petugas.

Kasus kaburnya narapidana dari Lapas Sorong bukanlah yang pertama. Tahun lalu, 53 napi berhasil melarikan diri, dan hingga kini, 32 di antaranya belum ditemukan. Fakta ini semakin menegaskan bahwa sistem keamanan di lapas perlu mendapat perhatian lebih serius.

Di tengah sorotan publik, Kepala Lapas Sorong, Manuel Yenusi, memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut