Polisi Dalami Informasi KKB Kodap III Ndugama di Balik Kematian Sopir Aris Sanda

ANDREW CHAN
Jenazah sopir lajuran, Aris Sanda (41) saat berada di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (FOTO : iNewssorongraya.id - HO : Satgas Humas Ops Damai Cartenz)

 

WAMENA, iNewssorongraya.id  – Polisi mendalami informasi yang mengarah pada kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama terkait kasus tewasnya sopir angkutan rute Wamena–Mbua, Aris Sanda (41), yang ditemukan dalam kendaraan hangus terbakar di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Informasi tersebut muncul dalam proses penyelidikan setelah aparat menemukan kendaraan korban di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan. Namun, polisi menegaskan informasi mengenai dugaan keterlibatan kelompok tersebut belum terverifikasi dan masih membutuhkan pendalaman.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan aparat tidak ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh informasi dan bukti di lapangan diperiksa.

“Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok (Kriminal Bersenjata) Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” ujar Yusuf, Rabu (16/9/2026).

Kasus tersebut bermula ketika Aris Sanda membawa bahan kebutuhan pokok dari Ilekma menuju Mbua bersama sembilan penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga mengalami penghadangan di kawasan Habema.

Aparat kemudian menerima laporan dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz melakukan penyisiran hingga malam hari, tetapi kabut tebal menghambat pencarian.

Kendaraan baru ditemukan pada Rabu pagi oleh Satgas Koops TNI Habema. Mobil berada di bibir jurang dalam kondisi hangus terbakar dan terdapat korban di dalamnya.

Dalam olah TKP, aparat menemukan satu selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta tas berisi identitas korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk pemeriksaan visum luar sebelum diserahkan kepada keluarga.

Polisi juga membantah informasi yang menyebut korban merupakan anggota intelijen aparat keamanan. Yusuf memastikan Aris Sanda merupakan sopir angkutan yang telah bekerja sekitar 13 tahun di jalur tersebut.

“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegas Yusuf.

Saat ini, penyidik masih menelusuri dugaan penghadangan, perampasan, pembunuhan, dan pembakaran kendaraan. Identitas pelaku serta motif kejadian belum disimpulkan dan masih menunggu hasil penyelidikan.

Aparat meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap dugaan keterlibatan pihak tertentu akan ditindaklanjuti berdasarkan keterangan, barang bukti, dan hasil penyelidikan yang diperoleh di lapangan.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network