Sopir Wamena-Mbua Ditemukan Tewas dalam Mobil Terbakar, Polisi Kejar Pelaku

ANDREW CHAN
Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan evakuasi sopir korban pembunuhan di Jayawijaya. (FOTO : iNewssorongraya.id - HO : Satgas Humas Damai Cartenz)

 

WAMENA, iNewssorongraya.id – Dugaan penghadangan terhadap kendaraan angkutan rute Wamena–Mbua berujung tewasnya sopir lajuran, Aris Sanda (41). Korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di dalam kendaraan yang berada di bibir jurang sedalam sekitar 13 meter dari bahu Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9/2026).

Peristiwa itu bermula ketika Aris Sanda berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata di kawasan Habema.

Laporan awal diterima aparat dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan tersebut. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari.

Namun, pencarian sempat terkendala kabut tebal. Tim hanya menemukan sejumlah barang milik penumpang yang tertinggal.

“Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi dari kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Rabu (16/9/2026).

Penyisiran dilanjutkan pada Rabu pagi bersama Satgas Koops TNI Habema. Tim akhirnya menemukan kendaraan yang dilaporkan berada di bibir jurang dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan korban yang juga telah mengalami luka bakar berat.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua kemudian melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah TKP. Pengamanan perimeter dilakukan dengan dukungan personel Satgas Koops TNI Habema.

Temuan Selongsong Kaliber 5,56 Milimeter

Hasil awal olah TKP menemukan sejumlah barang yang dinilai penting untuk mengungkap rangkaian kejadian. Polisi menemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta sebuah tas berisi identitas korban.

“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” jelas Yusuf.

Jenazah Aris Sanda kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan visum oleh dokter dan tenaga medis. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Aparat selanjutnya memusatkan penyelidikan pada rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kendaraan ditemukan terbakar. Polisi masih mengumpulkan keterangan, mengidentifikasi bukti di lokasi, serta menelusuri pihak yang diduga terlibat.

“Selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses identifikasi untuk mengetahui pelaku dalam kejadian ini,” kata Yusuf.

 

Dugaan Kelompok KKB Yang Terlibat Masih Didalami

Polisi juga mendalami informasi yang mengarah kepada kelompok Kriminal Bersenjata Kodap III Ndugama yang disebut berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, aparat belum menetapkan kelompok tersebut sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” ujar Yusuf.

Di tengah penyelidikan, aparat juga membantah informasi yang menyebut Aris Sanda merupakan anggota intelijen aparat keamanan. Polisi memastikan korban merupakan sopir angkutan yang telah bekerja sekitar 13 tahun di jalur tersebut.

“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegas Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan penanganan dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Habema.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Habema. Kami melakukan langkah penanganan secara profesional dan terukur, mulai dari pencarian, TPTKP, olah TKP, pengamanan barang bukti, hingga evakuasi korban,” ujar Faizal.

Ia menegaskan, pihak yang terbukti terlibat akan diproses berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan terukur. Kami akan memastikan seluruh fakta dikumpulkan dan setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Koops TNI Habema masih bersinergi menangani kasus tersebut dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel.

Masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan diminta segera menyampaikan informasi kepada aparat agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti. Warga yang membutuhkan pengawalan perjalanan juga dapat mengajukan permintaan kepada petugas keamanan terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan,” ujar Adarma.

Hingga kini, aparat masih menyelidiki seluruh rangkaian kejadian, mulai dari dugaan penghadangan, perampasan, pembunuhan, hingga pembakaran kendaraan. Identitas dan peran pihak yang bertanggung jawab juga masih dalam proses pengungkapan.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan proses penegakan hukum akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan. Pengungkapan kasus ini kini menjadi fokus penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menewaskan sopir tersebut dapat terungkap secara terang.

 

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network