WAMENA, iNewssorongraya.id – Penyidik menemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter dan tas berisi identitas korban saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tewasnya sopir angkutan rute Wamena–Mbua, Aris Sanda (41), di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengurai rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan tewas dalam kendaraan yang hangus terbakar di bibir jurang sekitar 13 meter dari bahu jalan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan personel gabungan menemukan kondisi korban yang mengalami karbonisasi saat melakukan olah TKP.
“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” jelas Yusuf.
Kendaraan tersebut ditemukan setelah Satgas Koops TNI Habema melanjutkan penyisiran pada Rabu (16/9/2026) pagi. Sebelumnya, pencarian yang dilakukan aparat pada malam hari terkendala kabut tebal sehingga posisi kendaraan belum berhasil ditemukan.
Dari laporan awal, Aris diketahui berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga mengalami penghadangan di kawasan Habema.
Setelah kendaraan ditemukan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara dan olah TKP dengan dukungan pengamanan dari Satgas Koops TNI Habema.
Jenazah Aris kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan visum luar sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses identifikasi untuk mengetahui pelaku dalam kejadian ini,” kata Yusuf.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab serta rangkaian kejadian yang menewaskan korban. Temuan selongsong amunisi menjadi salah satu bagian yang akan didalami bersama bukti lain di lokasi.
Hingga kini, aparat belum menetapkan pihak tertentu sebagai pelaku. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap fakta dan memastikan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti yang diperoleh.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
