Greenpeace Desak Perlindungan Permanen Kawasan Raja Ampat

LORAINE AMANDA
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk #SaveRajaAmpat saat pembukaan GIIAS 2026, menyerukan transisi kendaraan listrik tanpa merusak hutan dan ekosistem laut. (Dok. Greenpeace Indonesia)

SORONG KOTA, iNewsSorongRaya.idGreenpeace Indonesia menilai ancaman industri ekstraktif terhadap ekologi Raja Ampat belum berakhir meski pemerintah telah mencabut sejumlah izin tambang nikel di wilayah tersebut.

Penilaian itu disampaikan dalam aksi damai memperingati satu tahun kampanye tambang nikel #SaveRajaAmpat yang digelar bertepatan dengan pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Belgis Habiba, mengatakan para aktivis menyampaikan pesan perlindungan Raja Ampat melalui aksi kreatif ketika Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka pameran otomotif tersebut.

"Aksi kreatif dengan cara membentangkan salindia bertuliskan 'Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy' dan 'Is Your Car Powered by Forest Destruction?'," ujar Belgis dalam pernyataan tertulis.

Greenpeace memilih momentum pameran otomotif untuk menyoroti keterkaitan antara ekspansi industri kendaraan, kebutuhan nikel, dan ancaman kerusakan hutan pada pulau-pulau kecil di Raja Ampat.

Organisasi lingkungan itu juga mengingatkan pemerintah bahwa perhatian publik terhadap Raja Ampat tidak berhenti setelah pencabutan izin diumumkan. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis tinggi dan telah ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.

Editor : Hanny Wijaya

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network