Polisi Ancam Tindak Spekulan BBM di Sorong, Stok Dipastikan Aman

CHANRY SURIPATTY
Antrian panjang pengendara untuk mengisi bbm di salah satu SPBU di Kota Sorong.

 

 

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id - Direktorat Samapta Polda Papua Barat Daya memperingatkan para spekulan agar tidak memanfaatkan antrean panjang di SPBU untuk menimbun atau menjual kembali bahan bakar minyak dengan harga tidak wajar.

Peringatan tersebut disampaikan setelah informasi palsu mengenai sweeping pajak STNK di SPBU memicu keresahan dan pembelian BBM secara berlebihan di Kota Sorong.

Kanit 1 Rajawali Direktorat Samapta Polda Papua Barat Daya, Ipda Surtin, mengatakan personel kepolisian diterjunkan atas perintah Kapolda Papua Barat Daya melalui Direktur Samapta.

Polisi melakukan pemantauan di sejumlah SPBU untuk meredam kepanikan, menjaga ketertiban antrean, dan mencegah pihak tertentu mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

"Sesuai perintah Bapak Kapolda Papua Barat Daya melalui Dir Samapta, kami turun merespons keresahan masyarakat. Stok BBM sebenarnya sangat banyak. Kami imbau masyarakat tidak panik. Jika kami temukan ada oknum yang sengaja memanfaatkan situasi kepanikan ini untuk mengambil keuntungan atau menjual BBM melebihi harga wajar, maka akan kami tindak tegas," tegasnya.

Kepolisian juga meminta masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan, termasuk dugaan penimbunan, pembelian berulang dengan jumlah tidak wajar, maupun penjualan eceran dengan harga yang melonjak tajam.

Antrean kendaraan terjadi setelah beredar kabar di media sosial yang menyebutkan kendaraan dengan pajak STNK mati akan ditilang di SPBU dan tidak diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.

Informasi tersebut telah dibantah DPR Kota Sorong, kepolisian, dan PT Pertamina Patra Niaga. Ketiga pihak menegaskan tidak ada kebijakan yang menghubungkan tunggakan pajak kendaraan dengan pelayanan pembelian BBM subsidi.

Sales Branch Manager Papua Barat 1 PT Pertamina Patra Niaga, Yunus M, memastikan stok Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan minyak tanah tersedia dalam jumlah mencukupi.

"Stok yang ada di fuel terminal kami PT Pertamina Patra Niaga dalam kondisi aman. Untuk jenis Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite hingga minyak tanah semua aman. Kami tegaskan tidak ada kaitan atau korelasinya antara pajak kendaraan dengan pembelian BBM subsidi. Pengiriman dari depot terus kami mobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Sorong," katanya.

Pertamina mengakui terjadi peningkatan permintaan selama tiga hari terakhir, khususnya dari kendaraan angkutan barang. Tim distribusi kemudian menambah pasokan dan mempercepat mobilisasi BBM dari Fuel Terminal Sorong menuju SPBU.

Pimpinan dan anggota DPRK Sorong juga mendatangi Kantor Depot Pertamina di kawasan Kuda Laut untuk meminta penjelasan mengenai penyebab antrean. Setelah pertemuan, rombongan meninjau sejumlah SPBU guna memastikan stok tersedia dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

Ketua Komisi IV DPR Kota Sorong, Saman Bugis, mengatakan keterangan pimpinan Pertamina mengenai kondisi stok sejalan dengan informasi yang diperoleh saat tim mendatangi SPBU Sorpus.

Meski stok dinyatakan aman, aparat tetap meningkatkan pengawasan karena kepanikan dapat membuka peluang bagi penimbunan dan permainan harga. Kondisi tersebut berpotensi membebani masyarakat serta mengganggu aktivitas transportasi dan perekonomian.

Polisi meminta warga membeli BBM secara wajar dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penindakan akan diarahkan kepada pihak yang sengaja mengubah keresahan publik menjadi kesempatan mencari keuntungan ilegal.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network