AIMAS, iNewssorongraya.id — Polda Papua Barat Daya memperkuat kesiapan personel menghadapi dinamika unjuk rasa dan berbagai sistem pengamanan lain melalui Tactical Floor Game atau TFG di Mapolda Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.AP. TFG digelar sebagai langkah antisipatif menyikapi meningkatnya kebutuhan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Seluruh Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya hadir dalam kegiatan itu. Jajaran Polres juga mengikuti TFG secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Dalam latihan tersebut, personel mendapatkan pembekalan terkait pola bertindak, sistem komando, pembagian tugas, hingga mekanisme koordinasi pengamanan sesuai standar operasional prosedur. Sejumlah skenario pengamanan aksi unjuk rasa turut disimulasikan untuk menyamakan persepsi personel di lapangan.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo menegaskan bahwa setiap anggota harus bertindak profesional, humanis, dan sesuai prosedur saat menjalankan tugas pengamanan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi serta koordinasi antarsatuan agar situasi tetap aman dan kondusif.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A. Hengkelare mengatakan, Tactical Floor Game menjadi bagian dari kesiapan institusi dalam menghadapi berbagai potensi perkembangan situasi di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya. Menurut dia, pengamanan unjuk rasa harus tetap memperhatikan hak konstitusional warga negara.
"Melalui latihan ini, seluruh personel dipastikan memahami peran, fungsi, dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pengamanan sehingga mampu bertindak secara profesional, humanis, terukur, serta tetap mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kompol Jenny.
Polda Papua Barat Daya menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan personel melalui latihan berkelanjutan. Langkah itu dilakukan agar setiap pengamanan berjalan efektif, stabilitas keamanan tetap terjaga, dan masyarakat mendapatkan rasa aman saat menyampaikan pendapat di ruang publik.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
