Dinkes Siagakan Tim Medis 24 Jam bagi Korban Kebakaran di Kota Sorong
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Dinas Kesehatan Kota Sorong menyiagakan petugas medis selama 24 jam di posko kebakaran Jalan Misool, Kampung Baru, menyusul banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal akibat insiden tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, mengatakan layanan kesehatan akan diberikan melalui Puskesmas Sorong Kota. Petugas akan memantau kondisi 102 warga terdampak selama berada di lokasi pengungsian.
“Kami dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sorong Kota akan tetap berada di posko selama 24 jam untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak. Jika ada yang mengalami gangguan kesehatan, kami siap memberikan pelayanan, obat-obatan maupun pemeriksaan kesehatan,” katanya, Selasa (21/7/2026) di lokasi kebakaran.
Hingga Selasa, 21 Juli 2026, pemerintah belum menerima laporan mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, Dinas Kesehatan tetap menyiapkan obat-obatan, vitamin, dan peralatan medis sebagai langkah antisipasi.
“Nanti ada tim kesehatan yang standby selama 24 jam di lokasi kebakaran ini untuk membantu warga yang terdampak kebakaran,” ujar Jemima.
Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila mengalami keluhan selama tinggal di pengungsian. Pemantauan dinilai penting karena kondisi tempat tinggal sementara dapat meningkatkan risiko kelelahan, gangguan pernapasan, maupun penyakit lain, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
”Dinkes juga menyiapkan obat-obatan, vitamin, dan perlengkapan medis di posko nanti untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terpenuhi,” katanya.
Selain menjalankan tugas sebagai kepala Dinas Kesehatan, Jemima juga memastikan Tim Penggerak PKK Kota Sorong akan membantu kebutuhan keluarga korban. Bantuan akan difokuskan pada makanan siap saji dan pakaian anak-anak.
“anak-anak juga yang terdampak cukup banyak, maka kami dari PKK Kota Sorong akan menyiapkan kebutuhan seperti pakaian bagi mereka,” ucapnya.
Kebakaran pada Senin malam, 20 Juli 2026, menghanguskan 10 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Kesiapsiagaan petugas selama 24 jam menjadi langkah awal untuk mencegah munculnya masalah kesehatan di pengungsian. Pemerintah kini perlu memastikan layanan medis, sanitasi, air bersih, dan perlindungan terhadap anak-anak tetap tersedia sampai kondisi warga kembali stabil.
Editor : Hanny Wijaya