get app
inews
Aa Text
Read Next : Dokumen Empat Kontainer Belum Lengkap, DPPLH Sorong Kejar Pihak Salawati

Kisah Haru Mama Ivone Ihalauw Korban Kebakaran di Kota Sorong : Semua Habis Terbakar

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:51 WIB
header img
Kisah haru, mama Ivone Ihalauw, selamatkan diri bersama anak-anak dengan pakaian dibadan

 

SORONG KOTA, iNewsSorongRaya.id – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 13 rumah di Jalan Misool, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIT. Sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan hampir seluruh harta benda dalam hitungan menit.

Api menjalar cepat karena bangunan berdiri berhimpitan dan sebagian besar menggunakan material yang mudah terbakar. Hembusan angin kencang turut mempercepat kobaran api merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Warga yang sedang beraktivitas maupun beristirahat langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Sebagian korban hanya sempat membawa dokumen penting, sedangkan pakaian, perabotan, dan barang berharga lainnya tertinggal di dalam rumah.

Ivone Ihalauw, seorang ibu dengan empat anak, mengaku sedang tertidur ketika api mulai mendekati rumahnya. Ia terbangun setelah salah seorang anaknya berteriak memberi tahu bahwa kebakaran sedang terjadi.

“Saya sedang tidur, tapi saya punya anak berteriak bangunkan saya, katanya ada kebakaran. Saya kaget jadi tidak tahu mau angkat apa lagi, saya berusaha selamatkan diri saja dengan anak saya,” ungkap Ivone Ihalauw sambil menangis histeris.

Kobaran api yang telah memasuki rumah membuat Ivone tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan pakaian, dokumen, maupun barang berharga miliknya.

“Saya tidak angkat apa-apa lagi, tidak angkat pakaian atau surat-surat penting, karena api sudah lari (menjalar) ke dalam rumah, jadi saya sudah tidak pikir untuk angkat apa-apa lagi,” ujarnya.

Ivone menduga api pertama kali muncul dari aktivitas pembakaran sampah di belakang rumah seorang warga yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“ (Tadi yang terbakar mulai) dari yang punya loakan itu, yang bikin motor-motor bekas itu. Dia bakar sampah di belakang dia punya rumah, terus terjadi kebakaran, api menjalar dengan cepat dan bakar kita punya bagian belakang rumah, dan menjalar sampai seluruh rumah kami terbakar,”ungkap Ivone yang merupakan seorang pegawai di Raja Ampat.

Seorang warga di lokasi memperkirakan jumlah rumah yang terbakar mencapai 11 hingga 13 bangunan. Seluruh rumah tersebut berada dalam satu kawasan permukiman yang padat.

“Kalau keseluruhan rumah yang terbakar ini, berdempetan memang, sekitar 11 sampai 13 belas rumah,” kata seorang warga di lokasi kejadian.

Warga tersebut mengaku hanya sempat menyelamatkan dokumen penting sebelum api menguasai bangunan.

“Tadi hanya surat-surat (dokumen penting) saja yang kami selamatkan, yang lain barang-barang tidak ada yang kami selamatkan,” lanjut warga tersebut.

Empat mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki air dikerahkan untuk menjinakkan api. Polisi, TNI, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman serta mengevakuasi warga dari kawasan terdampak.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin mengatakan, Polresta Sorong Kota mengerahkan personel dengan dukungan Satbrimob dan Sat Samapta Polda Papua Barat Daya.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemadam Kebakaran, dan langsung bergerak ke TKP. Dimana di TKP tadi masyarakat juga sudah melakukan pemadaman secara manual,”ungkapnya.

Polisi belum memastikan penyebab kebakaran. Petugas masih menyisir lokasi, mendata bangunan terdampak, serta menghitung kerugian material. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia yang ditemukan hingga proses pemadaman berakhir.

“ Kami belum bisa memastikan penyebab pasti peristiwa kebakaran ini. Petugas masih mendata jumlah bangunan terdampak dan menghitung kerugian material yang ditimbulkan. Jadi sejauh ini masih dilakukan penyelidikan, kami mohon doanya agar seluruh korban selamat dan proses penyelidikan berjalan lancar untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Andi.

Sejumlah keluarga korban kini mengungsi sementara di rumah kerabat dan tetangga rumah. Mereka membutuhkan tempat penampungan, makanan, air minum, pakaian layak pakai, dan kebutuhan dasar lainnya.

Di tengah penyelidikan penyebab kebakaran Jalan Misool, penanganan darurat menjadi kebutuhan paling mendesak. Para korban yang kehilangan rumah kini menunggu kehadiran Pemerintah Kota Sorong untuk memastikan mereka tidak menghadapi bencana tersebut seorang diri.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut