get app
inews
Aa Text
Read Next : 87 Personel Polda Papua Barat Daya Naik Pangkat, Wakapolda Ingatkan Integritas

Wakapolda Papua Barat Daya Ingatkan Warga Jaga Kamtibmas dan Tolak Judi Bola Saat Piala Dunia 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47 WIB
header img
Wakapolda PBD, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin dan Ketua Panitia Turnamen saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (Foto: Chanry).

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai ruang perjudian, provokasi, maupun fanatisme berlebihan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Imbauan itu disampaikan menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kepolisian menilai antusiasme publik terhadap ajang sepak bola terbesar dunia tersebut perlu diikuti dengan sikap tertib, sportif, dan taat hukum.

Semmy mengatakan, Piala Dunia seharusnya menjadi sarana hiburan dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia menegaskan, perbedaan dukungan terhadap tim peserta tidak boleh memicu konflik, ujaran kebencian, atau tindakan saling merendahkan.

“Kita memahami bahwa sepak bola merupakan olahraga yang sangat diminati masyarakat. Oleh karena itu, mari kita nikmati pertandingan Piala Dunia sebagai ajang hiburan dan silaturahmi dengan tetap menjaga kamtibmas serta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan dukungan,” ujarnya di Kota Sorong, Sabtu (6/6/2026). 

Wakapolda Papua Barat Daya secara khusus meminta masyarakat menjauhi seluruh bentuk perjudian, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Menurut dia, praktik judi bola merupakan tindak pidana yang dapat membawa konsekuensi hukum bagi pelaku serta berdampak buruk terhadap keluarga.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menunjukkan fanatisme berlebihan saat mendukung tim favorit. Perbedaan pilihan dalam sepak bola, kata Semmy, harus disikapi secara dewasa dengan tetap menghormati pilihan orang lain.

Semmy menegaskan, masyarakat tidak boleh saling mengejek, menghina, menyebarkan ujaran kebencian, atau memprovokasi pihak lain hanya karena perbedaan dukungan. Semangat sportivitas harus dijaga agar sepak bola tetap menjadi ruang pemersatu, bukan sumber konflik sosial.

Selain itu, ia meminta masyarakat menghindari euforia berlebihan ketika tim yang didukung meraih kemenangan. Aktivitas konvoi kendaraan yang mengganggu lalu lintas, menyalakan petasan, atau tindakan lain yang membahayakan keselamatan umum diminta tidak dilakukan.

Sebaliknya, warga juga diminta tetap sportif apabila tim yang didukung mengalami kekalahan. Wakapolda mengingatkan bahwa tindakan anarkis, termasuk merusak tempat nonton bersama, warung kopi, kafe, videotron, atau fasilitas publik lainnya, dapat berujung pada proses hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Semmy mengimbau pelaku usaha, pengelola tempat umum, dan penyelenggara nonton bareng agar mematuhi ketentuan hak siar Piala Dunia 2026. Setiap penayangan publik diminta dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Kepolisian berharap antusiasme masyarakat dalam menyaksikan Piala Dunia 2026 dapat memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta memastikan Papua Barat Daya tetap aman, nyaman, dan kondusif selama berlangsungnya pesta olahraga dunia tersebut.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut