get app
inews
Aa Text
Read Next : Semmy Thabaa Pecah Bintang, Salah Satu Putra Terbaik Asli Papua Kembali Masuk Jajaran Pati Polri

Bhayangkara Cup Sorong Jadi Ujian Pembinaan Atlet Biliar Muda Papua Barat Daya

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:14 WIB
header img
Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi Hi Basri saat memberikan sambutan dalam pembukaan Turnamen Biliar Bhayangkara Cup Vol. Polda Papua Barat Daya dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

 

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id Turnamen Biliar Bhayangkara Cup Vol. I resmi digelar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dengan melibatkan ratusan pebiliar dari berbagai rumah biliar dan komunitas olahraga. Kejuaraan kategori Handicap 3, 3B, 3A, dan 4 ini menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan atlet muda di daerah.

Turnamen tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026. Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengurus organisasi olahraga, komunitas biliar, panitia pelaksana, serta para atlet dari sejumlah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.


Kejari Sorong, Frankie Son didaulat memukul bola pertama oleh panitia dalam pembukaan Turnamen Biliar Bhayangkara Cup Vol. I Polda Papua Barat Daya dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

 

Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Frenkie Son disaksikan para pejabat dan tamu undangan serta peserta yang hadir.

Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, mengatakan turnamen ini lahir dari kebutuhan untuk menyediakan ruang kompetisi bagi anak muda yang memiliki minat besar terhadap olahraga biliar. Ia menilai, keberadaan rumah biliar di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong harus dilihat sebagai peluang pembinaan, bukan sekadar tempat hiburan.

Menurut Semmy, penyelenggaraan turnamen itu memiliki tiga tujuan utama. Pertama, kegiatan ini diarahkan untuk pembinaan olahraga biliar agar para pebiliar lokal memiliki kesempatan mengasah kemampuan dan naik ke level yang lebih tinggi.

“Yang pertama dari aspek pembinaan olahraga bahwa event ini menjadi penting karena dalam pengamatan saya di Papua barat daya ini khususnya di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, itu rumah biliard lumayan banyak dan begitu banyak anak anak kita, adik adik kita yang memang hobinya mereka masuk di rumah billiard,” ujar Semmy.


Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa didampingi Hi Basri saat memberikan sambutan dalam pembukaan Turnamen Biliar Bhayangkara Cup Vol. Polda Papua Barat Daya dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

 

Ia berharap pengurus POBSI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat Daya dapat membuka ruang kerja sama untuk mendorong atlet biliar daerah tampil dalam kejuaraan nasional maupun internasional.

“Kemudian mereka bisa mengasah kemampuannya untuk bisa jadi pemain professional mungkin. Mungkin pak Ketua POBSI bisa berikan mereka rekomendasi rekomendasi untuk kerja sama dengan Kadispora, mendorong mereka menjadi perwakilan pemain biliar dalam event event nasional maupun internasional. Bahkan mungkin sebagai atlet profesional di bidang Biliar,” katanya.

Selain pembinaan atlet, Semmy juga menyoroti pentingnya iklim investasi yang kondusif. Ia menyebut rumah biliar merupakan bagian dari investasi sektor olahraga dan hiburan yang dapat memberi dampak ekonomi bagi daerah apabila dikelola secara sehat.

“Saya sebagai Wakapolda saya mengajak para Kapolres dengan kajari, mari kita bangun iklim investasi yang kondusif di Provinsi Papua Barat daya ini,” kata dia.


Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa foto bersama dengan Forkompinda dalam pembukaan Turnamen Biliar Bhayangkara Cup Vol. Polda Papua Barat Daya dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

 

Semmy menilai stabilitas keamanan dan dukungan lintas sektor menjadi faktor penting bagi pelaku usaha. Menurutnya, investasi yang terganggu dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Nah teman teman pengusaha yang kredit di Bank untuk usaha, kalau iklim investasi kondusif pak haji selesainya juga gampang. Mohon maaf saja perkiraan saya. Pengalaman saya ada beberapa pengusaha itu, mereka ngambil kredit dari bank. Nah kalau iklim investasi tidak kondusif, macet ini,” ujarnya.

“Macet ini mempengaruhi perekonomian, kita enggak bisa dukung pak gubernur dalam membangun Provinsi Papua barat daya. Jadi dari hal hal yang kecil ini kita coba kolaborasi, kita coba sinergi untuk tetap menjaga rumah biliar sebagai salah satu investasi dan bagaimana menjaga iklim investasi,” tambahnya.


Bhayangkara Cup Vol. I Sorong menjadi ajang pembinaan atlet biliar, sekaligus ruang positif bagi generasi muda dan penguatan iklim investasi.

 

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Semmy mengatakan olahraga biliar dapat menjadi sarana pembentukan karakter. Ia menyebut permainan ini menuntut pengendalian diri, konsentrasi, dan sportivitas.

“Kemudian yang 3 dari aspek kamtibmas, permainan biliar ini mengajarkan orang untuk bisa mengendalikan dirinya,” katanya.


Rumah biliar menjadi ruang positif bagi generasi muda Kota Sorong untuk menyalurkan bakat, minat, dan membangun karakter.

 

Semmy menilai rumah biliar memiliki peran strategis sebagai ruang yang representatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat dan minat secara positif. Menurutnya, kegiatan seperti turnamen biliar tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dapat membentuk karakter anak muda. Ia mengaku sejak berada di Kota Sorong dan mengunjungi sejumlah rumah biliar, dirinya melihat banyak pelajar usia SMA yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap olahraga tersebut. Karena itu, rumah biliar dinilai dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda agar minat mereka tersalurkan melalui aktivitas yang positif dan terarah.

“Tempat ini (rumah biliar) menjadi tempat yang representatif untuk orang datang menyalurkan bakatnya. Kegiatan kegiatan positif ini akan membangun karakter, karena Bapak/ Ibu sekalian, saya (sejak) datang ke sini (Kota Sorong) dan saya berkunjung di beberapa rumah biliar, saya lihat yang main biliar itu anak anak sma usia sma. Jadi sebenarnya tempat ini tempatnya itu kita membina generasi muda, karena kita harus lihat anak anak ini minatnya cukup tinggi,” ujar Semmy.

Semmy juga meminta seluruh peserta menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Saya berharap kepada teman teman ketua tim peserta turnamen hari ini saya mengajak untuk sama sama kita. Sukseskan pelaksanaan turnamen ini. Jaga sportivitas foreplay ya jangan ada sesuatu yang kemudian menjadi kendala,” katanya.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat Daya, Bernadus Asmuruf, saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Papua Barat Daya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat Daya, Bernadus Asmuruf, yang mewakili Gubernur Papua Barat Daya, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Ia menilai kompetisi tersebut dapat menjadi ruang pencarian bibit atlet biliar daerah.

Bernadus mengatakan olahraga biliar membutuhkan teknik, konsentrasi, disiplin, dan strategi. Nilai-nilai itu, menurut dia, penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing.

Pemerintah daerah, kata Bernadus, mendukung kegiatan olahraga yang berorientasi pada pengembangan potensi anak muda. Dukungan tersebut diperlukan agar atlet Papua Barat Daya memiliki jalur pembinaan yang lebih terarah.


Bhayangkara Cup Vol. I Sorong menjadi ajang pembinaan atlet biliar, sekaligus ruang positif bagi generasi muda dan penguatan iklim investasi.

 

Panitia pelaksana menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para peserta. Juara pertama akan menerima Rp15 juta, juara kedua Rp7 juta, dan semifinalis masing-masing Rp3 juta. Peserta yang menembus babak 8 besar, 16 besar, hingga 32 besar juga mendapat uang pembinaan.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama turnamen. Para pebiliar dari berbagai komunitas dan rumah biliar di Sorong serta daerah lain di Papua Barat Daya hadir untuk menguji kemampuan dalam persaingan yang sportif.

Melalui Bhayangkara Cup Vol. I, olahraga biliar di Papua Barat Daya diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembinaan atlet, ruang investasi yang sehat, dan sarana positif bagi generasi muda di daerah.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut