get app
inews
Aa Text
Read Next : Rotasi Besar Polda Papua: 13 Kapolres Bergeser, Jabatan Strategis Dirombak

Ledakan Biak Diselidiki Forensik, Polda Papua Uji Sampel untuk Ungkap Penyebab

Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:43 WIB
header img
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

 

 

BIAK, iNewssorongraya.id Polda Papua memperkuat penyelidikan ilmiah terhadap peristiwa ledakan di Kabupaten Biak Numfor yang menewaskan enam orang dan menyebabkan tiga korban lainnya masih dicari. Sejumlah barang bukti, benda, dan sampel dari lokasi kejadian kini diperiksa Tim Bidang Laboratorium Forensik Polda Papua.

Ledakan yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, diduga berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II. Namun, kepolisian belum menarik kesimpulan final sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan identifikasi forensik selesai dilakukan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan pemeriksaan ilmiah menjadi bagian penting untuk membuka penyebab pasti ledakan. Proses tersebut juga diperlukan untuk memperkuat pembuktian dalam penyelidikan.

“Berbagai barang bukti, benda, dan sampel yang telah ditemukan di lokasi saat ini sedang dianalisis secara ilmiah. Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu membuka tabir dan mengungkap secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ledakan ini,” ungkap Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh Tim Bidlabfor Polda Papua yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom. Pemeriksaan itu diarahkan untuk mendukung scientific identification, terutama terhadap material ledakan dan temuan dari lokasi kejadian.

Langkah forensik tersebut berjalan paralel dengan operasi pencarian korban dan sterilisasi lokasi. Hingga Rabu, 3 Juni 2026, polisi mencatat enam korban meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dicari tim gabungan.

Untuk mempercepat pencarian, tim gabungan memperluas area penyisiran dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari titik kejadian perkara. Perluasan itu dilakukan karena petugas masih menemukan bagian atau serpihan tubuh manusia di sekitar lokasi.

“Dalam rangka mempercepat proses pencarian, hari ini tim gabungan memperluas area penyisiran dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari titik kejadian perkara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta mengantisipasi adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Serpihan tubuh manusia yang ditemukan dalam penyisiran terbaru telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Biak. Tim medis dan forensik akan melakukan proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas korban.

Selain itu, Tim Penjinak Bom Sat Brimob Polda Papua masih mensterilkan lokasi ledakan. Sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sisa bahan peledak atau benda berbahaya lain yang belum terdeteksi.

“Tim Jibom terus melakukan sterilisasi secara menyeluruh di sekitar lokasi ledakan. Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas yang masih bekerja di lapangan,” jelasnya.

Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan benda mencurigakan yang diduga sebagai sisa amunisi lama. Polisi meminta warga segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat keamanan terdekat agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berbahaya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian penanganan yang sedang berlangsung,” tutup Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Penyelidikan forensik menjadi kunci untuk menjawab penyebab ledakan Biak secara objektif. Hasil pemeriksaan ilmiah akan menentukan arah penanganan berikutnya, termasuk memastikan apakah ledakan benar berasal dari material perang yang masih tersisa di wilayah tersebut.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut