Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Guru Bakar Rambut Siswa Sorong Jadi Alarm Perlindungan Anak Papua
Advertisement . Scroll to see content

Oknum Guru SMP di Kota Sorong Bakar Rambut Siswa, Korban Trauma dan Takut Kembali ke Sekolah 

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:04 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Oknum Guru SMP di Kota Sorong Bakar Rambut Siswa, Korban Trauma dan Takut Kembali ke Sekolah 
Siswa SMP di Kota Sorong diduga mengalami trauma setelah rambutnya dibakar oknum guru saat apel sekolah. Keluarga korban meminta evaluasi dan perlindungan anak di sekolah.

SORONG KOTA, iNewsSorongraya.id – Dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah kembali mencuat di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Seorang siswa SMP berinisial PK diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi setelah rambutnya dibakar.

Pelakunya seorang guru yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah di salah satu SMP negeri di Kota Sorong. Peristiwa yang terjadi saat apel pagi itu meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Enam bulan berlalu, PK disebut masih takut berhadapan dengan guru yang membakar rambutnya di depan siswa lain. 

Ibunda korban, Regina Rumbiak, mengaku hingga kini putranya masih menyimpan rasa malu dan ketakutan akibat kejadian tersebut.

“Anak saya sempat tidak masuk sekolah selama satu minggu karena malu dan trauma. Sampai sekarang dia masih bersekolah tapi ada rasa takut dan lebih memilih menghindar,” ujar Regina saat ditemui wartawan, di kediamannya di Asrama Korem 181/Praja Vira Tama, Rabu (13/5/2026). 

Menurut Regina, kejadian bermula saat anaknya kedapatan membawa korek api di saku seragam sekolah ketika apel pagi. Korek api itu disebut terbawa setelah digunakan untuk memasak air panas di rumah sebelum berangkat sekolah. Namun, di tengah apel pagi, seorang guru mengambil korek api tersebut lalu membakar ujung rambut PK di hadapan siswa lain.

“Kemudian salah satu guru di SMP itu dia memegang korek api itu lalu membakar rambut anak saya. Sebelum membakar itu, dia pukul dulu,” tutur Regina. 

Regina mengatakan, sepulang sekolah anaknya tampak murung dan enggan bercerita. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat bagian dahi anaknya memerah dan membengkak.

“Terus saya sampaikan ke bapaknya coba Pak tanya PK dulu itu kenapa sampai ada bengkak sama ada merah-merah di dahinya. Saat bapaknya tanya, barulah PK mengatakan kalau dirinya dipukul sama oknum guru sekolah dan rambutnya dibakar,” katanya. 

Selain trauma psikologis, keluarga juga menyesalkan sikap oknum guru yang dinilai belum menunjukkan permintaan maaf secara langsung kepada orang tua korban.

“Saya rasa kecewa, sangat kecewa. Karena anak-anak Papua ini kan harus kita kasih pendidikan yang layak,” ujar Regina. 

Ayah korban yang merupakan anggota TNI mengaku sempat menahan emosi demi kondisi psikologis anaknya.
“Saya memang sempat marah, rambut anak dibakar, kalau orang lain itu mungkin sudah datang demo ke sekolah. Tapi kami tidak,” katanya. 

Di sisi lain, Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Sorong, Firdina Panca Febriani, membenarkan dirinya membakar ujung rambut siswa tersebut. Namun ia membantah melakukan pemukulan.
“Saya akui itu salah,” kata Firdina saat dikonfirmasi media, Rabu (13/5/2026). 


Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Sorong, Firdina Panca Febriani pelaku pembakaran rambut siswa saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

Menurut Firdina, tindakan itu dilakukan saat dirinya masih menjadi guru piket dan guru agama. Ia mengaku emosi karena korban berkali-kali ditegur agar mencukur rambut sesuai aturan sekolah.

“Karena saya ingatkan dia sudah 4 bulan, kenapa tidak dicukur. Saya memang bakar, terus (api) langsung saya padamkan,” ujarnya. 

Firdina juga mengakui sempat menawarkan uang kepada korban sebagai bentuk permintaan maaf. Namun uang tersebut ditolak karena korban ingin tetap bersekolah di SMP tersebut. 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut