get app
inews
Aa Text
Read Next : Tokoh Gereja Papua Socratez Yoman Minta Perang Suku di Papua Pegunungan Diakhiri Permanen

Pistol dan Munisi Diduga Milik OPM Disita Satgas Koops Habema di Jayawijaya

Senin, 11 Mei 2026 | 20:24 WIB
header img
Operasi Satgas Koops TNI Habema di Jayawijaya. Foto ist

JAYAWIJAYA, iNewsSorongraya.id – Tim patroli pengintaian Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengamankan sejumlah senjata api campuran, munisi, dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (9/5/2026).

Operasi yang berlangsung pada hari kedua patroli tersebut menjadi bagian dari langkah pengamanan wilayah rawan konflik di Papua Pegunungan. Aparat TNI menyebut temuan itu memperkuat dugaan bahwa lokasi sasaran selama ini digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata yang masih aktif bergerak di wilayah pedalaman Jayawijaya.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Athadiguna, menjelaskan patroli diawali dengan pergerakan tim menuju Kampung Wame Kompleks untuk melakukan observasi dan pemantauan situasi di sekitar area yang dicurigai menjadi basis aktivitas kelompok separatis bersenjata.

“Setelah menempati kedudukan, personel melaksanakan pengintaian dan pemantauan situasi di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok separatis TPNPB OPM,” kata Wirya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (11/5/2026).

Setelah proses pengintaian selesai, personel Satgas Koops TNI Habema langsung melakukan penyisiran dan pembersihan di bangunan yang diduga menjadi markas persembunyian kelompok OPM. Dalam proses tersebut, aparat menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Dari hasil penyisiran, aparat mengamankan satu pucuk pistol jenis airsoft gun Omega buatan Tiongkok, satu pucuk senapan angin, 17 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, tujuh butir munisi pistol kaliber 9 milimeter, satu butir munisi revolver kaliber 9 milimeter, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Seluruh barang bukti ditemukan di dalam sebuah tas yang berada di lantai ruang tengah bangunan utama yang menjadi sasaran operasi.

Selain melakukan penyisiran di lokasi pertama, tim patroli juga melanjutkan operasi ke sasaran kedua dengan melakukan observasi udara menggunakan drone serta pemantauan lanjutan di sekitar honai yang dicurigai masih digunakan kelompok bersenjata.

Kondisi bara api yang masih menyala di dalam honai memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut baru saja ditinggalkan sebelum aparat tiba di area sasaran.

Situasi itu dinilai menunjukkan kelompok bersenjata masih bergerak aktif di wilayah Distrik Wame dan terus berpindah lokasi untuk menghindari pengejaran aparat keamanan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli dan penindakan secara terukur guna menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.

“Satgas Koops TNI Habema akan terus melaksanakan patroli serta penindakan keamanan secara terukur guna mempersempit ruang gerak kelompok separatis bersenjata OPM yang masih berupaya mengganggu keamanan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman serta kondusif,” ujarnya.

Operasi patroli pengintaian tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan wilayah yang selama ini masuk kategori rawan gangguan keamanan bersenjata di Papua Pegunungan. Aparat menilai keberadaan kelompok separatis bersenjata masih menjadi ancaman serius terhadap stabilitas keamanan dan keselamatan warga sipil di sejumlah distrik pedalaman.

Koops TNI Habema memastikan patroli, pengawasan udara, serta langkah penindakan terukur akan terus ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata sekaligus menjaga keamanan masyarakat di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.

Kehadiran aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif, terutama di daerah yang selama ini kerap menjadi titik aktivitas kelompok separatis bersenjata OPM.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut