get app
inews
Aa Text
Read Next : Panglima Kogabwilhan III Beberkan Hasil Operasi TNI di Papua, 59 Anggota OPM Kembali ke NKRI

TNI Bantah Drone Bersenjata Serang Gereja di Intan Jaya, Sebut Isu Provokatif

Rabu, 20 Mei 2026 | 03:45 WIB
header img
Satu dari empat korban luka akibat dugaan ledakan bom saat di rawat petugas medis. Ledakan diduga bom terjadi di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5/2026).

 

 

INTAN JAYA, iNewssorongraya.idTNI melalui Satgas Koops Habema membantah tuduhan penggunaan drone bersenjata dalam ledakan yang terjadi di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Bantahan itu disampaikan setelah beredar narasi yang menyebut bahan peledak dijatuhkan dari udara menggunakan pesawat tanpa awak.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil. Ia menegaskan area ibadah merupakan ruang yang harus dilindungi dari tindakan kekerasan.

"⁠TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah. TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," kata Wirya, Senin (18/5/2026).

Ledakan itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) di halaman Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo. Empat warga sipil dilaporkan terluka akibat serpihan ledakan. Sejumlah informasi yang beredar menyebut ledakan berasal dari granat yang diduga dijatuhkan menggunakan drone.

Wirya menyebut narasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengatakan tim gabungan masih memeriksa temuan di lokasi dan melakukan verifikasi terhadap seluruh informasi lapangan.

Menurut Wirya, karakteristik granat yang ditemukan tidak sesuai dengan standar yang digunakan TNI. Karena itu, ia meminta publik tidak langsung menyimpulkan pelaku sebelum penyelidikan selesai.

"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," ujarnya.

Koops Habema menduga insiden ini dapat menjadi bagian dari upaya provokasi oleh pihak tertentu. TNI menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berisiko memperburuk situasi keamanan di Intan Jaya.

"Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua. Satgas Koops Habema terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah aksi serupa terulang," bebernya.

TNI menyatakan patroli dan pengamanan di wilayah Intan Jaya terus diperkuat. Pada saat yang sama, aparat juga diminta bekerja transparan agar publik memperoleh informasi faktual dan korban mendapatkan perlindungan maksimal.

 

 

 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut