get app
inews
Aa Text
Read Next : Ledakan Diduga Bom di Sebuah Gereja di Intan Jaya Picu Kepanikan, TNI Minta Warga Tak Terprovokasi

Empat Warga Terluka Akibat Ledakan Di Duga Bom di Gereja Intan Jaya, Korban Dievakuasi

Rabu, 20 Mei 2026 | 03:48 WIB
header img
Satu dari empat korban luka akibat dugaan ledakan bom saat di rawat petugas medis. Ledakan diduga bom terjadi di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5/2026).

 

INTAN JAYA, iNewssorongraya.id — Empat warga sipil terluka akibat ledakan diduga bom di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Korban telah dievakuasi untuk menjalani perawatan medis setelah terkena serpihan ledakan.

Pastor Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan ledakan terjadi di depan gereja dan menyebabkan sejumlah warga mengalami luka.

"Iya ada kejadian itu. Ada ledakan diduga bom terjadi di depan gereja. Empat orang dilaporkan terluka," kata Yanuarius, Senin (18/5/2026).

Empat korban yang dilaporkan terluka yakni Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Sebagian korban disebut mengalami luka akibat serpihan ledakan dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Korban akibat ledakan di antaranya Pius Pogau dan Piter Nabelau mendapat serpihan bom dan masih dalam proses dan evakuasi. Selain itu terdapat korban Pius Pogau dan Robert Nabelau," katanya.

Yanuarius mengatakan seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit. Penanganan medis menjadi prioritas karena kondisi korban membutuhkan perawatan lanjutan.

"Sudah dievakuasi ke rumah sakit keempat korban," bebernya.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, juga membenarkan pihaknya telah menerima informasi awal mengenai ledakan tersebut. Namun, ia menyebut polisi masih menunggu laporan detail dari lapangan.

"Kami sudah dapat informasi bahwa ada peristiwa tersebut. Tapi detailnya belum kami peroleh makanya mohon waktu," singkatnya.

Sementara itu, TNI melalui Koops Habema membantah keterlibatan dalam ledakan tersebut. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan tokoh gereja dan masyarakat untuk membantu korban.

Insiden ini menambah daftar gangguan keamanan yang berdampak langsung terhadap warga sipil di wilayah Papua Tengah. Aparat perlu memastikan penyelidikan berjalan terbuka agar penyebab ledakan dapat dipastikan dan korban memperoleh keadilan.
 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut