get app
inews
Aa Text
Read Next : Ledakan Diduga Bom di Sebuah Gereja di Intan Jaya Picu Kepanikan, TNI Minta Warga Tak Terprovokasi

Polisi Dalami Dugaan Ledakan Bom di Gereja Intan Jaya Yang Sebabkan 4 Warga Terluka

Rabu, 20 Mei 2026 | 03:54 WIB
header img
Pihak keluarga korban saat menunggu hasil penanganan medis.

 

 

INTAN JAYA, iNewssorongraya.idPolisi mendalami dugaan ledakan bom yang terjadi di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa itu menyebabkan empat warga sipil terluka dan memunculkan sejumlah spekulasi terkait sumber ledakan.

Ledakan terjadi pada Minggu (17/5/2026) di area depan gereja. Empat warga dilaporkan terkena serpihan ledakan dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Pastor Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan ledakan terjadi di depan gereja dan melukai warga yang berada di sekitar lokasi.

"Iya ada kejadian itu. Ada ledakan diduga bom terjadi di depan gereja. Empat orang dilaporkan terluka," kata Yanuarius, Senin (18/5/2026).

Empat korban yang disebut mengalami luka yakni Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Sebagian korban mengalami luka akibat serpihan ledakan dan telah dibawa ke rumah sakit.

"Sudah dievakuasi ke rumah sakit keempat korban," bebernya.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, membenarkan pihaknya telah menerima informasi awal terkait ledakan tersebut. Namun, polisi belum dapat menyampaikan detail karena masih menunggu hasil pendalaman dari lapangan.

"Kami sudah dapat informasi bahwa ada peristiwa tersebut. Tapi detailnya belum kami peroleh makanya mohon waktu," singkatnya.

Pendalaman polisi menjadi penting untuk memastikan jenis bahan peledak, titik ledakan, kronologi peristiwa, serta pihak yang bertanggung jawab. Penyelidikan juga diperlukan untuk menguji berbagai informasi yang beredar, termasuk dugaan penggunaan drone dan temuan granat di sekitar lokasi.

Sementara itu, TNI melalui Koops Habema telah membantah keterlibatan dalam ledakan tersebut. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil maupun area ibadah.

"⁠TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah. TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," tegas Wirya.

Polisi diharapkan segera membuka hasil penyelidikan secara transparan agar publik memperoleh informasi yang valid. Kejelasan hukum menjadi kunci untuk mencegah spekulasi, meredam kepanikan warga, dan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta keadilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut