Dua Perwira Asli Tambrauw Jadi Kunci Penyerahan Diri 5 DPO, Konflik Berhasil Diredam Tanpa Tembakan
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena selaras dengan karakter sosial masyarakat Papua yang kuat dalam hubungan kekerabatan serta penghormatan terhadap adat.
Sementara itu, Kapolsek Moraid Iptu Peres Yewen menekankan bahwa strategi dialogis yang ditempuh bertujuan utama menghindari konflik bersenjata.
“Pendekatan dialogis ini bertujuan utama menekan potensi konflik bersenjata. Kami dari aparat Kepolisian berupaya untuk menghindari kontak senjata, meminimalkan korban jiwa dan menjaga stabilitas keamanan wilayah,” ujarnya.
Setibanya di Mapolda Papua Barat Daya, kelima terduga pelaku langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Biddokkes sebelum memasuki tahap penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Mereka diterima oleh Direktur Reskrimum Kombes Pol Junov Siregar.
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa pendekatan humanis berbasis adat mampu menjadi solusi efektif dalam meredam konflik sosial di Papua. Selain menekan potensi kekerasan, strategi ini juga memperkuat kepercayaan antara aparat dan masyarakat.
Model penanganan yang diinisiasi dua perwira asli Tambrauw tersebut dinilai membuka ruang baru bagi pendekatan penegakan hukum yang lebih damai, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanusiaan, sekaligus menjadi preseden penting bagi penyelesaian konflik serupa di wilayah lain di Papua.
Editor : Hanny Wijaya