get app
inews
Aa Text
Read Next : Video Viral Begal Sorong: Dua Ibu dan Balita Jadi Korban, Desakan Keamanan Menguat

Dapur MBG Sawagumu Buka Suara: Belatung di Menu Siswa, Klaim Hanya 1 Kasus tapi Tetap Ditutup

Minggu, 26 April 2026 | 03:36 WIB
header img
Menu MBG didalam ompreng dari dapur SPPG yang siap dibagikan kepada siswa sekolah.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawagumu akhirnya angkat bicara terkait temuan belatung pada menu ikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu penghentian sementara operasional dapur tersebut di Kota Sorong.

Relawan dapur MBG Sawagumu, Wasti, membenarkan adanya temuan tersebut, namun menegaskan bahwa kejadian hanya dialami oleh satu siswa yang sama selama dua hari berturut-turut.

“ Saya ijin berikan komentar atas berita mengenai [adanya belatung di menu] MBG. Memang benar adanya penemuan tersebut. Temuan pertama itu saat siswa sudah bawa pulang makanan ke rumah dan sudah memindahkan makanannya ke wadah bekalnya,” ungkap Wasti, dalam keterangan resmi kepada iNewssorongraya.id, Sabtu [25/4/2026].

Ia menjelaskan, temuan kedua terjadi pada hari berikutnya di sekolah yang sama, masih pada siswa yang sama.

“ Dihari kedua temuan yang sama saat mau makan di ompreng dan kami baru diberi tahu dari pihak sekolah di hari ke 2 dan belatung itu didapat di sekolah yang sama di siswa yang sama 2 hari berturut turut,” ujarnya.

Wasti menegaskan bahwa dari total sekitar 3.200 penerima manfaat MBG setiap hari, hanya satu siswa yang mengalami kejadian tersebut. Meski berskala terbatas, pihak dapur tetap menyampaikan permohonan maaf.

“Setiap hari penerima manfaatnya 3200 dan cuma satu anak yang dapat [mengalami kejadian tersebut], itupun 2 hari berturut-turut,” katanya.

“Atas kejadian ini kami mohon maaf. Karena ini sesuai fakta karena kita ini relawan di dapur tersebut,” tambahnya.

Kasus ini mencuat setelah laporan guru di Sekolah Oikumene, Kelurahan Sawagumu, yang menemukan ulat hidup dalam menu ikan yang disajikan kepada siswa pada 21 dan 22 April 2026.

Menu MBG saat itu terdiri dari ikan goreng pada hari pertama dan ikan kuah kuning pada hari berikutnya, dilengkapi sayur tumis kacang panjang, tempe, buah kelengkeng, serta nasi. Temuan belatung dilaporkan muncul berulang dalam ompreng milik siswa yang sama.

Ketua Satgas MBG Papua Barat Daya sekaligus Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, memastikan langkah tegas telah diambil dengan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Sawagumu.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dapur SPPG Sawagumu untuk sementara waktu ditutup guna dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan,” kata Ahmad Nausrau di Sorong, Jumat (24/4/2026).

Pemeriksaan lanjutan oleh tim gabungan yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, SPPI, dan asisten lapangan tidak menemukan adanya belatung pada sampel makanan lain dari dua sekolah berbeda.

“Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya ulat pada sisa makanan siswa,” ujarnya.

Meski tidak ditemukan kasus serupa pada sampel lain, investigasi justru mengungkap persoalan mendasar pada aspek higienitas dapur.

Tim menemukan banyak lalat di area pengolahan makanan yang dinilai berisiko tinggi terhadap kontaminasi pangan. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi penghentian operasional dapur oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Dirtauwas) Wilayah III sejak 24 April 2026.

Dinas Kesehatan Kota Sorong juga melakukan inspeksi lanjutan dengan pengambilan sampel makanan serta evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dapur.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG di Kota Sorong. Pengawasan kualitas makanan dan standar sanitasi dinilai harus diperketat untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih luas.

Insiden ini menunjukkan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada distribusi, tetapi juga pada kontrol mutu dan higienitas yang konsisten di seluruh rantai pengolahan makanan.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut