Pelaksanaan Preservasi Dalam Kota Sorong Fokus Benahi Jalan Bergelombang
SORONG, iNewssorongraya.id – Pelaksanaan preservasi dalam Kota Sorong dipercepat sejak menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Pemerintah pusat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Papua Barat Daya membongkar sejumlah titik di Jalan Basuki Rahmat setelah gelombang aspal dinilai mengganggu keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.

Langkah ini menjadi respons atas dua hal krusial: meningkatnya keluhan masyarakat terkait jalan bergelombang dan lonjakan kendaraan berat akibat percepatan pembangunan di ibu kota provinsi termuda tersebut.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Papua Barat Daya, Wahjudi Afendi, melalui PPK 1.1, R. Purwono Cahyadhi menegaskan bahwa perbaikan dilakukan secara teknis dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
“Keluhan utama dari masyarakat di Kota Sorong akhir–akhir ini adalah banyaknya jalan bergelombang di berbagai tempat di Jalan Basuki Rahmat Sorong. Penyebab utama jalan bergelombang (corrugation) adalah kombinasi beban lalu lintas berat yang berhenti atau melambat (pengereman) secara berulang,” ujar Cahyadhi dalam keterangan pers kepada iNewssorongraya.id, Minggu [22/2/2026].

Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas truk bermuatan besar menjadi konsekuensi dari masifnya pembangunan fasilitas pemerintahan, bangunan komersial, sarana umum, hingga kawasan baru di Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya.
Menurutnya, kondisi tersebut memicu tekanan berlebih pada lapisan aspal. Ketika kendaraan melaju cepat di atas permukaan tidak rata, roda memantul dan menekan material lepas hingga membentuk pola gelombang. Beban berlebih juga membuat pondasi tanah dasar kehilangan stabilitas.
“Karena itu, Satker PJN I mengambil langkah tegas dengan membongkar aspal hingga lapis pondasi bawah di sejumlah titik, lalu mengganti struktur dasar menggunakan material Cement Treated Base (CTB) guna memperkuat daya dukung sebelum pelapisan ulang dilakukan,”bebernya.

Adapun titik yang telah ditangani berada di Km 17+309, Km 17+170, Km 16+801, Km 16+700, dan Km 12+800 pada ruas dalam Kota Sorong.
Cahyadhi memastikan, pekerjaan preservasi tersebut ditargetkan meningkatkan kemantapan jalan nasional agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Satker PJN I sangat mengapresiasi dukungan dan peran serta masyarakat selama proses pekerjaan guna mendukung kondisi jalan menjadi lebih mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan preservasi dalam Kota Sorong ini bukan sekadar rutinitas pemeliharaan, melainkan langkah strategis menjaga infrastruktur utama di tengah percepatan pertumbuhan wilayah. “ Pemerintah berharap, kombinasi penguatan struktur jalan dan kesadaran pengguna kendaraan terhadap batas muatan dapat menekan potensi kerusakan serupa di masa mendatang,”pungkasnya.
Dengan percepatan pekerjaan yang kini berjalan, Jalan Basuki Rahmat diharapkan kembali optimal sebagai jalur vital penghubung aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Papua Barat Daya.
Editor : Chanry Suripatty