get app
inews
Aa Text
Read Next : Prada Jack Soor Tewas dengan Penuh Luka Memar di Tubuh, Jenazah Diserahkan Begitu Saja ke Keluarga

Viral! Guru di Morombuyi Jalan 20 KM Lewati Medan Ekstrem, Demi Pendidikan Anak Papua Barat

Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:27 WIB
header img
Perjuangan seorang guru di pedalaman Papua Barat melintasi medan ekstrem untuk mengajar anak-anak Papua viral di media sosial Facebook. [FOTO : TANGKAPAN LAYAR]


TELUK BINTUNI, iNewssoronraya.id – Video viral perjuangan guru di Kampung Morombuyi, Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menyentak ruang publik nasional. Rekaman berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan seorang tenaga pendidik berjalan kaki sejauh 20 kilometer melewati hutan, sungai, dan jalur terjal demi mengajar anak-anak di wilayah pedalaman.

Video tersebut diunggah akun Facebook Agustinus Orosomna pada Jumat, 13 Februari 2026, dengan judul “Lapor Presiden Republik Indonesia di Jakarta”. Narasi dalam unggahan itu menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai belum memadai di Kampung Morombuyi. 


Dalam keterangan video tertulis, “Kondisi kami di Kampung Morombuyi Distrik Merdey Teluk Bintuni Papua Barat Guru-Guru mau mengajar anak-anak Papua harus berjalan kaki sampai 20 KM dari Ibu Kota Distrik ke kampung tersebut. Mohon pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Mereka di sini tidak tahu dana Otonomi Khusus selama 20 tahun yang dikucurkan ke Papua Barat Teluk Bintuni.”

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang guru bernama Kadir ditemani sejumlah murid dan warga setempat. Mereka menyusuri jalur berbatu, menyeberangi sungai tanpa jembatan permanen, serta melintasi tanjakan berlumpur yang berisiko. 

Di tengah perjalanan, Kadir menyampaikan rasa terima kasih kepada murid-muridnya yang menjemput dirinya untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi belajar.
“Ini bapak guru punya murid semuanya, atas bantuannya, kamu semua sudah jemput pak guru,” ungkap Kadir dalam video tersebut. 

Pernyataan itu menjadi momen yang paling banyak dibagikan ulang warganet karena dinilai menggambarkan hubungan emosional antara pendidik dan anak-anak di pedalaman.

Unggahan dengan tanda pagar #Gerindra, #IstanaNegaraRI, dan #IndonesiaViral itu telah ditonton ribuan kali, dibagikan ratusan kali, serta menuai ratusan tanda suka. Kolom komentar dipenuhi apresiasi sekaligus kritik terkait kondisi pembangunan. 

Akun Ji Neni menuliskan, “Luar biasa pak guru Kadir, salut sama beliau perjuangkan pendidikan untuk generasi cemerlang anak-anak Papua.” 

Sementara itu, Brabar Rein berkomentar, “Menurut saya, Kakak dong DPR coba panggil kepala dinas PU dan berkordinasi karena ini persoalan infrastruktur jalan, jembatan yg dilalui masyarakat kampung setempat.” 

Respons publik menunjukkan perhatian luas terhadap akses pendidikan dan pembangunan dasar di wilayah terpencil.

Video viral perjuangan guru di Kampung Morombuyi bukan sekadar potret dedikasi individu. Rekaman itu sekaligus membuka diskusi mengenai akses jalan, jembatan, dan konektivitas antarwilayah di Distrik Merdey. 

Secara geografis, sejumlah kampung di pedalaman Teluk Bintuni masih bergantung pada jalur darat alami yang belum sepenuhnya tersentuh pembangunan permanen. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk tenaga pendidik dan peserta didik. 

Situasi di Morombuyi menjadi kontras dengan fasilitas pendidikan di wilayah perkotaan yang telah memiliki akses jalan memadai. Di sejumlah daerah terpencil Papua, guru masih menghadapi tantangan geografis demi memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung.

Perjuangan Kadir mencerminkan realitas yang dihadapi sebagian tenaga pendidik di pedalaman Papua. Dengan keterbatasan sarana transportasi dan infrastruktur, proses belajar mengajar tetap dijalankan melalui upaya personal dan dukungan masyarakat setempat. 

Video tersebut kini menjadi simbol dedikasi sekaligus pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah. Publik menunggu langkah konkret pemangku kebijakan untuk memastikan akses pendidikan tidak terhambat oleh kondisi geografis.
Di tengah keterbatasan, perjalanan 20 kilometer itu menjadi bukti bahwa semangat mengajar tetap menyala, bahkan di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau pembangunan.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut