Dokter Asal Singapura Lakukan Pemeriksaan Lengkap Kondisi Kesehatan Gubernur Lukas Enembe

CHANRY ANDREW
.
Senin, 31 Oktober 2022 | 00:55 WIB
Tim dokter Singapura berdiskusi dengan dokter pribadi Lukas Enembe sebelum dimulainya pemeriksaan kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, Minggu (30/10/2022). (Foto : iNewsSorong.id/HO - Tim Hukum Gubernur Papua)

JAYAPURA, iNewsSorong.id - Empat tenaga medis asal Rumah Sakit Mount Elisabeth yang terdiri dari tiga dokter spesialis dan satu perawat, Minggu (30/10/2022) melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di kediaman pribadinya di Kampung Kota Tengah, Distrik MuaranTami, Kota Jayapura. 

Tiga dokter spesialis dan satu perawat tersebut yang selama ini menangani kondisi kesehatan orang nomor satu di Pemprov Papua akibat mengalami penyakit komplikasi. 

Tim dokter spesialis tersebut tiba di Jayapura pada Minggu (30/10/2022) pagi tadi dan langsung memulai tugas mereka di kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Kam Kampung Koya Tengah, Distrik MuaranTami, Kota Jayapura. 


anggota Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua, Aloysius Renwarin S.H. saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Minggu (30/10/2022) (Foto: iNewsSorong.id/CHANRY ANDREW)
 
 

"Jadi para dokter yang datang tadi pagi ini mereka yang selama ini mendampingi Pak Gubernur ketika pengobatan di Singapura. Dan hari ini mereka datang yang kedua kali, tim lengkap tiba tadi pagi dan sudah melaksanakan tugas memeriksa kondisi kesehatan Pak Gubernur secara detil dan baik sejak tadi siang hingga sore tadi di kediaman di Koya Tengah," kata Aloysius Renwarin, salah satu tim hukum Lukas Enembe di Jayapura, Minggu (30/10/2022) sore.

Sementara itu Tim Kuasa Hukum lainnya, Petrus Bala Pattyona, tim medis Lukas Enembe yang datang dari  Singapura itu adalah dr Cheng Ho Patrick Ang (spesialis jantung), dr Francisco Salcido Ochoa WNA asal Mexico (spesialis ginjal), dr Mohammed Tauqeer Ahmad (spesialis nuerologi) serta satu perawat yakni Mardiana Binte Ayob.


Anggota Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua, Petrus Bala Pattyona, S.H., M.H., saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Minggu (30/10/2022) (Foto: iNewsSorong.id/CHANRY ANDREW)

 

Lanjut Petrus, pemeriksaan kesehatan secara lengkap oleh tim dokter dari Singapura terhadap Lukas Enembe berlangsung selama dua setengah jam dan didampingi dokter pribadi dr Anton Mote.

Pemeriksaan diawali dengan cek darah dan terakhir dengan suntikan yang ada obatnya.

"Hasil dari pemeriksaan kesehatan menurut Dokter Anton akan dikomunikasikan dengan tim dokter Singapura melalui zoom untuk mengambil langkah-langkahnya seperti apa . Dan kondisi kesehatan Bapak Lukas juga masih tetap sama (sakit)," jelas Petrus.

"Ya kami tidak tahu jenis obat apa yang disuntik tadi ke Pak Gubernur. Yang pasti beliau diperiksa syaraf, jantung dan ginjal," imbuhnya.

Untuk langkah ke depannya perihal hasil pemeriksaan kesehatan Lukas Enembe, kata Petrus, itu menjadi ranah tim dokter, apakah hasil pemeriksaannya akan dilaporkan ke KPK dan IDI.

"Ini di luar kompetensi kami. Yang jelas dari pihak kami sendiri dan keluarga juga sampai sekarang belum konfirmasi tentang kapan tim dokter IDI maupun dokter KPK karena kami melihat mereka meragukan jadi semacam pembanding," bebernya.

"Tapi ya mudah-mudahan sesama dokter sumpah jembatan bisa sama-sama saling percaya. Kalau mereka mengirim dokter dari KPK ya maaf saja mungkin meragukan hasil tapi buat kami terbuka saja. Karena ini urusan medis dan ada ahlinya, bukan urusan hukum apalagi istilah-istilah medis kan kita tidak paham," sergah Petrus.

Diharapkan dengan pemeriksaan tim dokter Singapura yang dilaporkan dokter keluarga ke dokter KPK dan IDI, sesama dokter bisa saling menerima hasilnya.

"Ya kalau tidak bisa diterima, bisa lakukan pemeriksaan ulang atau bagaimana lah," papar Petrus.

Secara terpisah  dokter pribadi Lukas Enembe, dr Anton Mote menyebut pemeriksaan pada Minggu ini, merupakan pemeriksaan lanjutan.

"Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan karena Pak Gub masih dalam perawatan. Jadi bukan check up, mustinya, perawatan ini rutin dilakukan tiap hari, diobservasi oleh masing masing bidang, jantung, syaraf, ginjal tiap hari. Kalau pemeriksaan, dengan dokternya, yang datang seperti ini, sangat tidak efektif, harusnya langsung di fasilitas kesehatan," tukas Anton.

Dari hasil pemeriksaan dokter Singapura, untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami Lukas Enembe, perlu dilakukan fisioterapi.

"Dan tetap perlu rujukan MRI. Sedangkan untuk penyakit ginjalnya, perl dilakukan crosscheck darah kembali dan  penyakit jantungnya, perlu diobservasi obat kembali," tukas Anton.

Usai diperiksa, kata Anton, Lukas Enembe disuntik untuk menurunkan kadar kolesterolnya dan diberi resep penambahan obat. Dijelaskannya, dokter Singapura juga memita ada penambahan ahli gizi untuk memantau konsumsi makanan Pak Gub. Ketika diperiksa pun, tensi darah Lukas Enembe terhitung tinggii yaitu 190.

Diketahui tim dokter Singapura tiba di Bandara Sentani, Kabupataen Jayapura, Papua, Minggu (30/10/2022) sekira pukul 07.00 WIT menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA 656.

Seebagaimana diberitakan sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji Lukas Enembe selaku Gubernur Papua Periode 2013 - 2018 dan 2018 - 2023 terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Penyidik KPK telah memanggil Lukas Enembe, namun Gubernur Papua, berhalangan hadir karena masih sakit.


 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Berita iNews Sorongraya di Google News

Bagikan Artikel Ini