get app
inews
Aa Text
Read Next : Respons Tragedi Smart Air: Pemerintah Beri Lampu Hijau Penghentian Terbang di Zona Merah

Satgas ODC Ungkap Keterlibatan Sejumlah Nama dalam Serangkaian Aksi Bersenjata di Yahukimo

Senin, 02 Maret 2026 | 14:37 WIB
header img
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

YAHUKIMO, iNewssorongraya.id – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membuka babak baru dalam pengembangan kasus kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aparat memastikan sejumlah nama terlibat dalam rangkaian aksi penembakan dan pembunuhan sejak 2023 hingga awal 2026, termasuk serangan terhadap warga sipil dan fasilitas vital.

Pengungkapan ini muncul setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan pekan lalu. Hasilnya, satu nama baru teridentifikasi memiliki peran dalam beberapa peristiwa berdarah yang sebelumnya belum terungkap secara utuh.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyatakan Meno Kogoya kini dipastikan terlibat dalam berbagai tindak pidana kekerasan.

“Dari hasil pengembangan penyidikan, Meno Kogoya terlibat dalam pembunuhan dua pendulang emas pada 20 September 2025, penembakan mobil Hilux Armor pada 22 September 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, serta penembakan pesawat Hercules pada 14 Januari 2026,” ujarnya dalam doorstop kepada awak media, Minggu (2/3).

Selain Meno, penyidik mendalami keterlibatan tiga individu lain yang sebelumnya telah teridentifikasi dalam perkara berbeda. Pemeriksaan lanjutan memperluas dugaan peran mereka dalam sejumlah aksi bersenjata.

Kotor Payage alias Kotoran Giban, misalnya, kini menjalani proses penanganan di Polda Papua. Ia diduga terkait penembakan mobil Strada putih pada Maret 2024, penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, serangan terhadap pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai pada 14 Januari 2026, serta penembakan truk boks di Kilometer 7 Logpon pada 30 Januari 2026.

Nama lain, Enage Heluka, diduga terlibat dalam pengambilan video pernyataan pasca-penembakan pada 12 Februari 2026. Sementara Homi Heluka disebut memiliki catatan dugaan keterlibatan lebih panjang, mulai dari pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan di Kali Silet pada 11 Februari 2024, hingga penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari 2026. Korban dalam insiden terakhir dilaporkan selamat dan telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

Menurut Yusuf, seluruh temuan tersebut diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan berkelanjutan yang melibatkan tim gabungan lintas satuan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat untuk menindak tegas setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas wilayah.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan setiap kasus kekerasan yang meresahkan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis bukti, guna memberikan kepastian hukum serta menjamin rasa aman bagi warga,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan aparat juga mendalami aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok kriminal politik. Kelompok tersebut, kata dia, tidak hanya melakukan aksi bersenjata, tetapi juga mendistribusikan dokumentasi melalui media sosial.

“Kelompok ini tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi juga menyebarkan narasi dan dokumentasi aksi mereka melalui media sosial. Saat ini kami melakukan profiling secara mendalam dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

Di lapangan, patroli diperketat di titik rawan dan waktu tertentu yang dinilai berpotensi terjadi gangguan keamanan. Aparat juga memetakan lokasi yang diduga menjadi basis aktivitas kelompok bersenjata guna mencegah eskalasi lanjutan.

Pengembangan kasus kekerasan di Yahukimo ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan negara dalam menjaga keamanan Papua Pegunungan. Aparat memastikan setiap proses hukum dilakukan berbasis alat bukti, sembari menjaga situasi tetap kondusif bagi masyarakat setempat.

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut