SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat mulai merembet hingga perairan Sorong. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan laut menjadi perhatian otoritas pelabuhan karena berpotensi menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko pelayaran.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sorong memperketat pemantauan jalur pelayaran serta meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sorong untuk mengantisipasi perubahan cuaca, angin, gelombang, dan jarak pandang akibat kabut asap.
Kondisi kabut asap melanda kawasan udara perairan Sorong.
Kepala KSOP Sorong, Agustinus, mengatakan aktivitas pelayaran di perairan Sorong hingga kini masih berada dalam kondisi aman. Namun, pengawasan tidak dikendurkan karena kondisi di laut dapat berubah sewaktu-waktu.
“Untuk jalur pelayaran, kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan yang ketat. Namun, untuk kondisi pelayaran di wilayah perairan Sorong hingga saat ini masih aman, walau dilanda kabut asap,” ujar Agustinus kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Kondisi kabut asap melanda kawasan udara perairan Sorong.
Menurut dia, KSOP tidak hanya memantau keberadaan kabut asap, tetapi juga memperhatikan faktor cuaca lain yang dapat memengaruhi keselamatan kapal.
“Terkait dengan yang dikategorikan sebagai kabut asap, kami dari KSOP senantiasa memantau kondisi cuaca tersebut. Tentunya kami berkoordinasi dengan rekan-rekan kami di BMKG, tidak hanya soal kondisi cuaca akibat kabut asap, tetapi juga terkait kondisi gelombang dan angin,” ungkapnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi alur pelayaran tetap terpantau. Pihak KSOP, kata Agustinus, terus memberikan imbauan kepada operator dan awak kapal agar memperhatikan perkembangan kondisi perairan.
“Selain itu, dengan instansi terkait juga kami lakukan koordinasi. Terkait alur pelayaran, tentunya kami tetap senantiasa melakukan pemantauan dan pengawasan,” katanya.
Kondisi kabut asap melanda kawasan udara perairan Sorong.
Agustinus menegaskan, kondisi pelayaran masih aman, tetapi situasi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan.
“Sejauh ini kondisi pelayaran masih tetap aman. Kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan, juga kami berikan imbauan kepada pihak kapal,” tegasnya.
Karhutla Raja Ampat Belum Padam
Satgas Karhutla Raja Ampat berjibaku padamkan kebakaran hutan.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan Raja Ampat.
Raja Ampat menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup serius. Kebakaran dilaporkan terjadi di empat distrik, dengan kondisi terparah berada di Distrik Batanta Utara, termasuk Pulau Dayan, serta Distrik Misool.
Petugas gabungan TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raja Ampat masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.
Upaya tersebut menghadapi kendala medan yang sulit dijangkau, suhu panas, serta keterbatasan sumber air. Di beberapa lokasi, petugas bahkan harus mengangkut air secara manual menggunakan jeriken menuju titik kebakaran.
Kondisi medan dan keterbatasan fasilitas membuat penanganan karhutla tidak mudah. Api berpotensi kembali membesar ketika kondisi lingkungan tetap panas dan sumber air untuk pemadaman terbatas.
Dampak kebakaran pun kini tidak hanya menjadi persoalan di daratan. Pergerakan asap menuju wilayah perairan Sorong memperluas konsekuensi karhutla hingga sektor transportasi laut.
Satgas Karhutla Raja Ampat berjibaku padamkan kebakaran hutan.
Bagi otoritas pelabuhan, persoalan utama bukan hanya keberadaan asap, tetapi potensi penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu navigasi kapal, terutama apabila kondisi tersebut memburuk.
Untuk saat ini, KSOP Sorong menyatakan aktivitas pelayaran masih aman. Namun, pemantauan terhadap kabut asap, cuaca, angin, gelombang, dan jalur pelayaran akan terus dilakukan.
Di tengah upaya pemadaman karhutla yang masih menghadapi medan berat dan keterbatasan sumber daya, munculnya kabut asap di perairan menjadi sinyal bahwa dampak kebakaran dapat meluas jauh dari lokasi sumber api. Karhutla di Raja Ampat kini bukan hanya persoalan kebakaran hutan, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan transportasi laut di kawasan Sorong.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
