Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Temuan Bakteri pada Buah MBG di Kota Sorong , SPPG Terancam Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Penyaluran MBG di Kota Sorong Disetop Tanpa Batas Waktu

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:40 WIB
  • author TIM LIPUTAN
Penyaluran MBG di Kota Sorong Disetop Tanpa Batas Waktu
Ketua Satgas MBG Kota Sorong, Ruddy Laku, menjelaskan penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis akibat kabut asap dan kebijakan belajar dari rumah, Rabu (14/10/2026).

 

SORONG, iNewssorongraya.id — Pemerintah Kota Sorong menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah setelah aktivitas pembelajaran dialihkan ke rumah akibat kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini berlaku tanpa batas waktu yang ditetapkan dan menunggu perbaikan kondisi cuaca serta hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sorong, Ruddy Laku, mengatakan penghentian distribusi merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Sorong tentang Belajar dari Rumah (BDR). Keputusan tersebut diambil melalui koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Penghentian sementara penyaluran program MBG ini merupakan hasil koordinasi kami dengan pihak SPPG, yang mengikuti surat edaran Wali Kota Sorong tentang Belajar dari Rumah kepada seluruh satuan pendidikan,” ujar Ruddy kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Ruddy, kebijakan BDR mencakup satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA sesuai kewenangan pemerintah daerah. Langkah tersebut ditempuh untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak-anak di tengah kondisi udara yang dinilai berbahaya.

Ia menjelaskan, laporan Dinas Kesehatan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan. Paparan kabut asap dikhawatirkan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak.

“Karena kita semua masih melihat kondisi cuaca. Jika membaik, maka aktivitas sekolah dan distribusi MBG ke sekolah-sekolah dapat berjalan seperti biasanya,” katanya.

Penghentian distribusi MBG menimbulkan persoalan tersendiri karena program tersebut berkaitan dengan pemenuhan gizi siswa. Namun, Satgas MBG Kota Sorong menilai pengantaran makanan dari rumah ke rumah bukan pilihan yang efektif selama pembelajaran berlangsung dari rumah.

Ruddy menegaskan, prioritas pemerintah daerah saat ini adalah melindungi kesehatan anak-anak dari paparan kabut asap. Karena itu, penyaluran MBG baru dapat dimulai kembali setelah terdapat petunjuk lanjutan dan sekolah diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

“Ini sudah berpengaruh, misalnya MBG ini sudah pasti berpengaruh. Dan untuk rencana dari pihak SPPG mengantar makanan bergizi ke rumah-rumah siswa selama proses belajar daring, kami pikir itu tidak dilakukan, ya. Mengantar dari rumah ke rumah itu tidak efektif juga sebenarnya, tapi intinya bahwa kita tidak ingin biarkan anak-anak sekolah kita, mereka terkena ISPA,” tegas Ruddy.

Meski demikian, penghentian sementara tersebut membuat penyaluran MBG kepada siswa terhenti selama masa BDR. Pemerintah belum menyampaikan kepastian mengenai kapan distribusi kembali berjalan maupun mekanisme pemenuhan manfaat program selama penghentian berlangsung.

Satgas MBG berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dan penyaluran makanan bergizi dapat kembali normal.

Keputusan untuk melindungi kesehatan siswa menjadi prioritas di tengah ancaman kabut asap. Namun, kepastian waktu pembukaan kembali sekolah dan keberlanjutan layanan MBG tetap menjadi hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat.

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut