Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News! Basarnas Lakukan Proses Evakuasi 10 Penumpang Speedboat dan Satu Jenazah ke Kapal SAR
Advertisement . Scroll to see content

Dramatis Detik-Detik Evakuasi 10 Penumpang dan Jenazah di Inanwatan ke Atas Kapal SAR

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:36 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Dramatis Detik-Detik Evakuasi 10 Penumpang dan Jenazah di Inanwatan ke Atas Kapal SAR
Tim SAR Sorong mengevakuasi 10 penumpang dan satu jenazah dari speedboat Pemkab Fakfak menggunakan perahu karet di Kampung SirSir, Inanwatan, Sorong Selatan, Senin (12/10/2026) malam. Gelombang tinggi menghambat proses pemindahan ke kapal penyelamat.

 

 

INANWATAN, iNewssorongraya.id – Gelombang laut tinggi menghambat proses evakuasi 10 penumpang dan satu jenazah dari speedboat milik Pemerintah Kabupaten Fakfak di perairan Kampung SirSir, Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (12/10/2026) malam. Tim SAR Sorong harus menggunakan perahu karet dan melakukan pemindahan secara bertahap sebelum seluruh rombongan dapat diberangkatkan menuju Kokas, Kabupaten Fakfak.

Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Sorong tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIT. Namun, tingginya gelombang membuat penumpang tidak dapat langsung berpindah ke kapal penyelamat. Petugas kemudian mengubah posisi kapal ke perairan yang lebih aman dan mendekati kawasan kampung.

Kepala Bagian Operasi KPP Sorong, Hidayat, mengatakan tim harus mengoperasikan perahu karet untuk menjangkau para korban. Proses pemindahan berlangsung beberapa kali karena kondisi laut tidak memungkinkan evakuasi dilakukan sekaligus.

"Tadi tim kami tiba sekitar pukul setengah tujuh malam, karena mereka itu kan janji di posisi mereka naik ke kapal, tapi karena gelombang makanya mereka tidak bisa ke kapal. Sehingga kapal kami harus olah gerak ke lokasi yang cukup aman, agak mendekat ke lokasi perairan dekat kampung, kemudian tim kami turunkan perahu karet jadi evakuasinya pakai perahu karet," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, tim di lapangan melakukan perjalanan bolak-balik sekitar empat hingga lima kali untuk memindahkan seluruh penumpang. Sebelumnya, warga setempat turut membantu penyelamatan menggunakan perahu berbahan fiber sebelum Basarnas mengambil alih proses penjemputan dengan perahu karet.

Petugas terlebih dahulu memindahkan jenazah almarhumah Ida Aulia Haremba, staf Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (Setwan DPRK) Fakfak, ke kapal penyelamat. Setelah itu, tim mengevakuasi seluruh penumpang yang masih berada di lokasi.

"Alhamdulillah malam ini proses evakuasi telah berhasil dilakukan. Tadi tim dahulukan dulu jenazah dievakuasi duluan ke kapal. Selanjutnya barulah para penumpang," ungkap Hidayat dalam keterangan pers melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin malam.

Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR merencanakan pelayaran menuju Kokas menggunakan Rescue Boat 221 milik KPP Sorong. Perjalanan dari Kampung SirSir menuju daerah tujuan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.

"Seluruh penumpang (termasuk jenazah) malam ini langsung diberangkatkan menggunakan kapal Rescue Boat 221 milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong menuju Kokas. Waktu tempuh dari lokasi, Kampung SirSir, menuju Kokas memakan waktu empat jam. Kita doakan semoga seluruh proses hingga pelayaran menuju Kokas berjalan baik," ujar Hidayat.

Speedboat bermesin 250 PK dengan dua mesin atau double engine tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kebocoran saat melintasi perairan Tanjung Weriana Kecil, Distrik Inanwatan. Kapal bertolak dari Kota Sorong pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat Barat.

Kapolres Sorong Selatan, Praja Gandha Wiratama, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut speedboat membawa 10 penumpang dan jenazah seorang pegawai DPRK Fakfak ketika kebocoran terjadi di tengah perjalanan.

"Terkait dengan peristiwa kebocoran speedboat milik Pemkab Fakfak berpenumpang 10 orang. Selain itu juga membawa jenazah pegawai DPRK Fakfak," kata Praja kepada wartawan, Senin siang tadi. 

Praja menjelaskan, kebocoran memaksa kapten kapal menepi untuk mencari tempat berlindung. Kepolisian baru menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Senin pagi.

"Speedboat mengalami kebocoran di perjalanan sehingga kapten memutuskan untuk menepi dan mencari perlindungan ke darat. Polres Sorong Selatan baru memperoleh informasi mengenai insiden tersebut pada Senin pagi tadi," bebernya.

Personel Polsek Inanwatan bersama warga kemudian membantu menyelamatkan rombongan hingga mencapai Kampung SirSir. Kasat Polair Polres Sorong Selatan, Iptu Asmara Jaya, juga menyatakan bahwa polisi mengerahkan personel menggunakan perahu untuk membantu proses evakuasi.

"Anggota polisi di Polsek Inanwatan telah diterjunkan menggunakan perahu untuk melakukan proses evakuasi terhadap para penumpang dan jenazah staf DPRK Fakfak telah dievakuasi menuju Kampung Siri-Siri," beber Asmara.

Rombongan tersebut terdiri atas Badarudin Heremba, anggota DPR Provinsi Papua Barat; Aroby Hindom, Penjabat Sekretaris Daerah Fakfak; Arif Rumagesan, Asisten I Kabupaten Fakfak; Wa Ode Sahara, anggota DPRK Fakfak; serta Kris Ubra, Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak.

Penumpang lainnya ialah Kokter dan Fiky Gredenggo, staf bagian umum; Harun Serbunit, pengemudi speedboat; serta Anawiah IHA dan M. Ali Heremba, warga Kota Sorong.

Jenazah yang dibawa dalam perjalanan tersebut merupakan almarhumah Ida Aulia Haremba, staf DPRK Fakfak.

Keberhasilan evakuasi menjadi tahap penting setelah rombongan terjebak akibat kebocoran kapal. Namun, keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas hingga pelayaran menuju Kokas selesai.

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut