Breaking News! Basarnas Lakukan Proses Evakuasi 10 Penumpang Speedboat dan Satu Jenazah ke Kapal SAR
INANWATAN, iNewssorongraya.id – Gelombang laut menghambat proses evakuasi 10 penumpang dan satu jenazah dari speedboat milik Pemerintah Kabupaten Fakfak yang mengalami kebocoran di perairan Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (12/10/2026) malam.
Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Sorong yang tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIT harus mengerahkan perahu karet untuk memindahkan seluruh penumpang dari Kampung SirSir ke kapal evakuasi. Tim mendahulukan pemindahan jenazah sebelum mengevakuasi para penumpang.
Kepala Bagian Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong, Hidayat, membenarkan proses evakuasi tersebut. Ia mengatakan, tim harus melakukan beberapa kali perjalanan karena kondisi perairan tidak memungkinkan penumpang langsung naik ke kapal utama.
"Ia betul, saat ini masih dalam proses evakuasi seluruh penumpang ke atas kapal," ungkap Hidayat kepada iNewssorongraya.id, Senin malam.
Menurut Hidayat, tim di lapangan telah melakukan perjalanan bolak-balik sekitar empat hingga lima kali untuk memindahkan seluruh penumpang. Gelombang laut membuat kapal evakuasi harus mencari posisi yang lebih aman, mendekati perairan di sekitar kampung.
"Tadi tim kami tiba sekitar pukul setengah tujuh malam, karena mereka itu kan janji di posisi mereka naik ke kapal, tapi karena gelombang makanya mereka tidak bisa ke kapal. Sehingga kapal kami harus olah gerak ke lokasi yang cukup aman, agak mendekat ke lokasi perairan dekat kampung, kemudian tim kami turunkan perahu karet jadi evakuasinya pakai perahu karet,"ujar Hidayat.
Ia menjelaskan, warga sebelumnya menggunakan perahu fiber untuk membantu penyelamatan dan evakuasi para korban ke atas kapal. Namun, kondisi laut yang bergelombang membuat Basarnas mengambil alih penjemputan menggunakan perahu karet demi mendukung proses evakuasi.
"Alhmdulillah masih dalam proses evakuasi yah. Tadi tim dahulukan dulu jenazah di evakuasi duluan ke kapal. Selanjutnya barulah para penumpang."
Setelah seluruh penumpang berhasil dipindahkan, tim merencanakan pemberangkatan dari Inanwatan menuju lokasi tujuan Kokas dengan perkiraan waktu tempuh sekitar empat jam. Basarnas berharap seluruh rangkaian operasi pada malam itu berjalan aman.
Sebelumnya diberitakan, speedboat bermesin 250 PK milik Pemkab Fakfak dilaporkan mengalami kebocoran saat melintasi kawasan Tanjung Weriana Kecil, Distrik Inanwatan. Kapal tersebut bertolak dari Kota Sorong pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat Barat.
Kapolres Sorong Selatan, Praja Gandha Wiratama, membenarkan insiden tersebut. Kapal membawa 10 penumpang serta jenazah Ida Aulia Haremba, staf DPRK Fakfak, yang hendak dibawa ke daerah tujuan.
"Terkait dengan peristiwa kebocoran speedboat milik Pemkab Fakfak berpenumpang 10 orang. Selain itu juga membawa jenazah pegawai DPRK Fakfak," kata Praja kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Praja menjelaskan, kebocoran memaksa kapten kapal menepi untuk mencari tempat berlindung. Kepolisian Sorong Selatan baru menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Senin pagi.
"Speedboat mengalami kebocoran di perjalanan sehingga kapten memutuskan untuk menepi dan mencari perlindungan ke darat. Polres Sorong Selatan baru memperoleh informasi mengenai insiden tersebut pada pagi tadi," bebernya.
Personel Polsek Inanwatan bersama warga setempat kemudian membantu penyelamatan hingga para penumpang dan jenazah mencapai Kampung SirSir. Kasat Polair Polres Sorong Selatan, Iptu Asmara Jaya, juga menyatakan bahwa personel kepolisian dikerahkan menggunakan perahu untuk membantu proses evakuasi.
"Anggota polisi di Polsek Inanwatan telah diterjunkan menggunakan perahu untuk melakukan proses evakuasi terhadap para penumpang dan jenazah staf DPRK Fakfak telah dievakuasi menuju Kampung Siri-Siri," beber Asmara.
Rombongan dalam speedboat tersebut terdiri atas Badarudin Heremba, anggota DPR Provinsi Papua Barat; Aroby Hindom, Pj. Sekda Fakfak; Arif Rumagesan, Asisten I Kabupaten Fakfak; Wa Ode Sahara, anggota DPRK Fakfak; serta Kris Ubra, Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak.
Penumpang lainnya ialah Kokter dan Fiky Gredenggo, staf bagian umum; Harun Serbunit, pengemudi speedboat; serta Anawiah IHA dan M. Ali Heremba, warga Kota Sorong.
Jenazah yang dibawa dalam perjalanan tersebut merupakan almarhumah Ida Aulia Haremba, staf DPRK Fakfak.
Proses evakuasi di tengah gelombang laut menjadi tantangan utama tim penyelamat. Keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas hingga mereka berhasil dipindahkan ke kapal dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan.
Editor: Hanny Wijaya