HIV Serang Remaja hingga Anak di Kota Sorong, KPA Sebut Situasi Kian Mengkhawatirkan

LORAINE AMANDA
Data lengkap kasus HIV Kota Sorong.

 

 

KOTA SORONG, iNewssorongraya.id – Penyebaran HIV di Kota Sorong menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan setelah kasus ditemukan pada remaja hingga anak usia dini.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong mencatat sebanyak 314 kasus HIV terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun. Bahkan, kasus juga ditemukan pada anak usia 1-4 tahun.

Temuan tersebut memperlihatkan ancaman HIV di Kota Sorong telah memasuki fase serius karena menyasar generasi muda dan kelompok rentan.

Sekretaris KPA Kota Sorong, Jeny Isir, mengatakan total kasus HIV hingga April 2026 mencapai 4.431 kasus.

“Jadi total keseluruhan kasus HIV di Kota Sorong sampai April 2026 sebanyak 4.431 kasus,” ujar Jeny di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, penyebaran HIV masih didominasi kelompok usia produktif, terutama usia 20-29 tahun, disusul kelompok usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun.

“Kasus HIV masih didominasi usia produktif sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak,” katanya.

Munculnya kasus pada remaja dan anak usia dini memicu kekhawatiran terhadap lemahnya edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini di lingkungan masyarakat.

Selain itu, KPA juga menemukan 12 kasus baru pada ibu hamil sepanjang Januari hingga April 2026. Kondisi tersebut menunjukkan risiko penularan HIV dari ibu ke anak masih terjadi.

KPA menilai penguatan skrining kesehatan pada ibu hamil menjadi langkah penting untuk menekan penularan sejak dini.

Data KPA juga menunjukkan perempuan menjadi kelompok dengan jumlah kasus tertinggi yakni 1.865 kasus, sedangkan laki-laki tercatat 1.381 kasus.

Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia mencapai 486 orang.

Dari sisi pendidikan, penderita HIV paling banyak berasal dari lulusan SMA sebanyak 1.930 kasus, disusul lulusan SMP 952 kasus, SD 747 kasus, perguruan tinggi 487 kasus, dan tidak sekolah sebanyak 249 kasus.

KPA mencatat sebanyak 49 dari 86 kasus baru sepanjang Januari hingga April 2026 berasal dari populasi umum.

Menurut Jeny, KPA Kota Sorong terus melakukan edukasi masyarakat dan meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV bagi penderita HIV/AIDS.

“Ia mengatakan hingga saat ini sebanyak 831 orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Kota Sorong masih aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV),” ujarnya.

Namun, peningkatan kasus di kelompok remaja dan anak memperlihatkan upaya pencegahan belum berjalan optimal. Rendahnya literasi kesehatan, stigma sosial, dan minimnya pendidikan seksual dinilai menjadi faktor yang mempercepat penyebaran HIV.

Pemerintah daerah kini didorong membangun strategi pencegahan yang lebih agresif melalui sekolah, keluarga, layanan kesehatan, dan komunitas agar penyebaran HIV tidak semakin meluas di Kota Sorong.

 

 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network